TIMIKA – Umat Katolik Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar Misa Requiem untuk almarhum Paus Fransiskus pada Selasa (22/4). Misa yang dipimpin Uskup terpilih, Pastor Bernardus Bofitwos Baru, OSA, bersama Pastor Rinto Dumatubun, Pr, dan Pastor Ricky Carol Jeujanan, dihadiri umat paroki dan pelajar Katolik dari berbagai jenjang pendidikan.
Pastor Rinto menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya Paus Fransiskus pada hari raya Paskah kedua. Ia mengajak umat untuk mendoakan agar Paus Fransiskus beristirahat dalam damai di surga, seraya mengenang ajaran dan teladan beliau.
Dalam kotbahnya, Uskup Bernardus menekankan dua pesan utama dari bacaan Misa yang juga mencerminkan prinsip hidup Paus Fransiskus: kesaksian iman yang militan dan radikal, serta semangat kesederhanaan, kemiskinan, dan persaudaraan. Beliau mencatat peran penting Paus Fransiskus dalam Teologi Pembebasan di Amerika Latin dan dedikasinya kepada kaum miskin dan tertindas.
Uskup Bernardus mengajak umat untuk meneladani semangat Injil yang radikal seperti yang dihayati Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus, yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio, merupakan Paus pertama dari Amerika Latin. Lahir di Buenos Aires pada 17 Desember 1936, beliau wafat pada usia 88 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat pneumonia ganda. Meskipun kondisi kesehatannya memburuk, Paus Fransiskus tetap menunjukkan dedikasi hingga akhir hayat.
Wafatnya Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia dan lintas agama. (EW)






