TIMIKA – Utusan Khusus Presiden Republik Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito salut akan khotbah yang disampaikan oleh Uskup Mgr. Bernardus Baru, OSA.
Selain itu Barito juga merasa tersentuh dengan bacaan, yang mana Tuhan menciptakan langit dan bumi, bagaimana Musa menyebrangkan orang ke laut merah.
“Dalam khotbah Uskup saya salut sampai saya kirim pesan ke kolega saya dan saya katakan bahwa Uskup luar biasa, Uskup sudah mengerti alam dan lingkungan. Saya sangat bangga, harusnya saya jadi warga Paroki Timika dan di bina oleh Uskup yang begitu mengerti soal lingkungan,”ungkapnya saat memberikan sepatah kata usai misa malam Paskah di Gereja Katolik Katedral Tiga Raja, Sabtu (19/04/2025).
Lanjutnya,”Saya datang disini berbagi pengalaman. Saya katakan Papua ini besar, Kabupaten Mimika kaya akan sumber daya alam. Kita jangan pikirkan yang besar-besar, kita sebagai rakyat pikirkan yang kecil. Yang penting pengembangan para wisata, alam di jaga berbasis kearifan lokal,”sambungnya.
Menurutnya, kalau alam dijaga, Tuhan memberikan berkat, karena Tuhan memberikan alam, air, lingkungan yang baik. Bagaimana menjaga alam itu sampai memberikan nilai tambah, sehingga ada interaksi antara manusia dan alam.
“Kalau kita memanfaatkan alam dengan baik maka kita bersyukur kepada kasih karunia kepada kita,”ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa Seychelles adalah negara kelautan, negara pulau di dekat benua Afrika.
“Jadi tempatnya, pulaunya, lautnya besar ada 115 pulau dan kita letaknya tidak terlalu jauh dari Indonesia. Satu garis lurus masih daerah tropis, kalau lurus dari Seychelles ke sebelah Timur ketemunya pulau Sumatera. Jadi dekat-dekat saja,”tutur Barito.
Barito juga mengatakan bahwa walaupun Seychelles negara kecil namun tumbuh berhasil jadi negara maju. Maju ekonominya, dan termasuk negara papan atas karena keberhasilannya yang mencintai alam dan lingkungan.
“Ekonomi kami berasal dari para wisata, mengandalkan laut yang indah, gunung yang indah, alam yang indah. Perikanan juga merupakan ekonomi kami, tapi kami tidak sembarangan menangkap ikan, semua bertanggungjawab, tidak kelebihan sehingga nilai ikannya lebih mahal dan lebih baik. Sebagai Seychelles kami melakukan ekonomi jasa, jasa service,”katanya. (IT)








