TIMIKA – Gubernur Papua Tengah, Meky Nawipa secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan dua Bupati dan Wabup yaitu Bupati-Wabup Mimika serta Bupati-Wabup Puncak, untuk periode 2025-2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (25/03/2025).
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa dalam arahannya menyampaikan pelantikan Bupati dan Wabup Mimika, Bupati dan Wabup Puncak, Provinsi Papua Tengah merupakan momentum pengensahan saudara-saudara sebagai pemimpin daerah, yang telah meraih kemenangan dari suara rakyat.
Maka hal ini merupakan tanda atas adanya kepastian politik di daerah. Setelah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati definitif, selanjutnya rakyat menunggu Dharma Bakti saudara sekalian.
Mengutip sambutan Presiden RI, Prabowo Subianto saat Pelantikan kepala daerah secara serentak, pada 20 Februari 2025 lalu, mengatakan saudara-saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat. Saudara adalah abdi rakyat, saudara harus membela kepentingan rakyat, saudara harus menjaga kepentingan rakyat, saudara harus berjuang untuk perbaiki hidup mereka, itu adalah tugas kita.
Kepada Bupati dan Wabup yang baru saja dilantik, kami berpesan :
- Tingkatkan disiplin ASN, karena ASN adalah pembantu saudara untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
- Membangun komunikasi baik dengan Forkopimda, untuk menjaga stabilitas daerah tetap dalam kondisi aman.
- Fokuskan alokasi anggaran untuk program kegiatan yang langsung menyentuh hidup masyarakat.
- Kurangi kegiatan-kegiatan perjalanan dinas dan rapat di luar kota yang tidak perlu.
Pada kesempatan itu pula, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan terimakasih Kepada Pj Bupati Puncak, masa jabatan 2024-2025 dan Pj Bupati Mimika.
“Kami ucapkan terima kasih atas pengabdian saudara-saudara, sehingga Kabupaten Puncak dan Mimika aman selama kepemimpinan saudara,” ucapnya.
Kepada kedua Bupati dan Wabup yang baru saja dilantik, selamat bertugas.
“Saya percaya diatas pundak saudara-saudara, masyarakat akan semakin maju dan sejahtera,” ucapnya.
Lanjutnya beberapa pesan pribadi yang paling utama kepada Bupati berdua dan wakil bupati adalah Pertama perlu adanya penghormatan terhadap kearifan lokal. Kedua Peningkatan kualitas pendidikan.
“Tidak ada yang bisa kita buat hari ini, hanya orang sekolah yang bisa merubah kehidupan kita kedepan. Di puncak kalau ada konflik perlu koordinasi supaya bagaimana kita kasih turunkan ke Nabire atau Timika. Masa depan anak-anak kita tidak boleh jadi korban hanya karena kepentingan makan dan minum,” tegasnya.
Kita harus berbuat yang terbaik di negeri ini. Orang semua di Papua ini sedang melihat Papua Tengah mau ke mana. Kalau bapak-bapak sekalian tidak bekerja maksimal, sayang 5 tahun menjadi satu malam.
“Kita tidak akan dikenang oleh siapapun, maka itu kepentingan generasi ke depan lebih penting daripada kepentingan kita jadi Bupati dan Wakil Bupati. Apapun ceritanya pembangunan infrastruktur dasar itu penting. Banyak kekurangan baik pendidikan, kesehatan, jalan raya di Ilaga yang perlu diperhatikan,” katanya.
Kepada Bupati Puncak, Tuhan mau Bapak terpilih untuk merubah Negeri diatas Awan, supaya menjadi negeri yang cerah besok hari nanti.
Pemberdayaan ekonomi, Bagaimana usaha-usaha lokal orang asli itu perlu ditingkatkan dan pemerintah harus bantu mereka.
Peningkatan layanan kesehatan, pemerintah sudah bicara bagaimana kolaborasi Pemerintah Propinsi Papua Tengah, Pemerintah Daerah.
“Pemda Mimika akan menjadi Leading sektor untuk tolong kita di gunung ini. Kita kolaborasi, tidak ada yang kekal. Hari ini kita punya, besok orang lain punya. Hari ini dan besok Tuhan kasih kita untuk bagaimana kita tolong mereka,” katanya.
Keberlanjutan dan pelestarian alam harus dijaga, punya gunung dijaga, punya lingkungan juga dijaga.
“Tolong bantu masyarakat, supaya Papua Tengah harus terbang tidak boleh jalan, kita harus terbang. Semua lawan politik dirangkul. Semua dirangkul karena tidak ada yang kekal. Kita bangun Negeri ini,” lanjutnya.
Terhadap otonomi khusus, Pemerintah harus komitmen untuk bangun khusus OTSUS. Supaya orang tidak curiga waktu bicara tentang otonomi khusus, maka itu sosialisasi OTSUS harus sampai di tingjat bawah.
“Negara kasih replace untuk kita bisa jadi tuan diatas tanah ini. Jadi ini ini perlu sekali. Kalau otonomi khusus kita bisa terapkan baik, rakyat akan menikmati dengan baik. Kita buat sejarah hari ini, bahwa bukti hadirnya negara, Nabire menjadi saksi di tempat ini menjadi saksi pertama kita sudah lantik 2 Bupati dan 2 Wakil Bupati di Propinsi Papua Tengah,” terangnya.
Meki Nawipa menegaskan, Wakil tidak boleh berkelahi dengan Bupati. Kewenangan Bupati lebih besar daripada kemenangan wakil, namanya wakil tapi tetap bersatu, setiap punya hak dihargai. Nanti kalau bapak-bapak tidak bersatu, itu orang akan hancurkan dengan banyak cara.
“Kita berjuang berdarah-darah, sudah dapat jabatan ini, kita bersatu untuk membangun kita punya negeri ke depan ini yang penting. Saya sedih lihat orang Papua hanya gara-gara uang kita berkelahi, kita tidak bisa diukur dengan uang. Kita ini miskin pun tetap ada harga diri, ingat baik-baik itu. Kalau jadi Bupati yang ko punya, ko punya saja, yang wakil punya wakil punya, masyarakat punya biar masyarakat punya, supaya semuanya jalan yang baik,” ungkapnya.
Gubernur Meki mangakui sudah berapa kali bicara dengan Bupati dan minta untuk selalu bersatu. Tidak ada lagi orang tua di negeri ini, Pemerintah ini sudah orang tua, wakil Tuhan. Pemerintah buat baik semua akan baik, sebaliknya Pemerintah buat jahat semuanya akan jahat.
“Jadi harapan saya, pelantikan yang bersejarah ini, masuk di sini berarti pikiran baru, bangunan baru, hikmat baru, cara pikir baru, harus diterapkan di daerah,” tutupnya.
Pelantikan dua Bupati dan Wabup yaitu Mimika dan Puncak dihadiri Wakil Gubenur Papua Tengah, Pj Sekda Papua Tengah, Ketua MRP Papua Tengah, Ketua DPRP, para Forkopimda Propinsi maupun Kabupaten, dan Tamu undanga lainnya. (ET)






