Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Bupati Yahukimo Bantah Isu Guru dan Nakes Korban KKB Adalah TNI/Polri, Didimus Yahuli : Kalau Benar Tunjukan Bukti dan Saya Siap Mundur 

Etty Welerbadge-check


					Bupati Yahukimo Bantah Isu Guru dan Nakes Korban KKB Adalah TNI/Polri, Didimus Yahuli : Kalau Benar Tunjukan Bukti dan Saya Siap Mundur  Perbesar

TIMIKA –  Bupati Kabupaten Yahukimo, Didimus Yahuli geram terkait dengan tudingan dan informasi beredar yang menyatakan bahwa, tenaga guru dan medis yang jadi korban KKB merupakan anggota TNI/Polri, dirinya yakin isu itu tidak benar.

“100 tudingan itu tidak benar. Proses rekrutmen kami terbuka dan diketahui publik. Setelah rekrutmen, para pendeta mendoakan dan mereka menandatangani perjanjian kerja sama. Jika ada yang mengatakan mereka anggota TNI/Polri dan memiliki bukti, silakan tunjukkan kepada saya. Kalau benar, saya siap mundur dari jabatan Bupati,” tegas Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, S.H, Minggu kemarin (23/03/2025).

Ia juga menekankan bahwa pemerintah memiliki etika dan moral dalam memimpin serta tidak akan menyelundupkan hal-hal seperti yang dituduhkan.

“Rekrutmen ini terjadi sejak 2021. Kami ingin memastikan regenerasi guru yang siap menghadapi tantangan global. Kami tidak ingin masa depan daerah ini suram karena keterbatasan kemampuan membaca dan menulis. Ini adalah upaya kami mempersiapkan generasi yang lebih baik,” kata Bupati Yahuli.

Selain itu Bupati Yahokimo juga menanggapi isu yang beredar bahwa status guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Anggruk itu tenaga baru.

“Mereka bukan tenaga baru. Mereka telah direkrut sejak 2021 melalui proses terbuka. Kami selalu menyampaikan diberbagai forum bahwa persyaratan rekrutmen adalah wajib beragama Kristen, percaya pada Yesus sebagai Tuhan, telah dibaptis, dan bersedia menjadi guru misionaris. Proses verifikasi berlangsung selama 30 hari di Jayapura, memastikan latar belakang pendidikan S1 atau S2 di bidang pendidikan atau disiplin lain yang ingin mengajar,” jelasnya.

Disampaikan Bupati Yahokimo bahwa adanya penyerangan di Puskesmas dan Sekolah YPK Anggruk pada Jumat, 21 Maret 2025,kemudian akan dilakukan upaya evakuasi sempat terkendala cuaca.

“Cuaca tidak memungkinkan untuk mengevakuasi korban. Puji Tuhan hari Minggu, 23 Maret cuaca cerah sehingga kami mengerahkan seluruh kekuatan, termasuk tiga helikopter TNI dan lima pesawat sipil untuk mengevakuasi korban dari Anggruk ke Jayapura. Wakil Bupati juga langsung turun ke lokasi,” ujar Bupati Yahuli.

Ia juga menegaskan bahwa setelah dilakukan verifikasi di lokasi bahwa informasi yang sebelumnya beredar menyebutkan ada enam hingga tujuh korban meninggal itu tidak benar.

“Data terbaru bahwa peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, tiga luka berat, empat luka ringan, dan tiga orang lainnya selamat,” tegas Bupati Yahokimo.

Menurut Bupati Yahuli bahwa peristiwa ini merupakan kejadian luar biasa yang mengejutkan banyak pihak. Mengingat selama 64 tahun sejak Injil masuk ke daerah tersebut, kejadian serupa tidak pernah terjadi.

“Kami biasa merasakan keamanan dan ketenangan. Namun kali ini kami semua, termasuk pemerintah, masyarakat, dan gereja, terkejut dan syok atas kejadian ini. Kami merasa hal ini seharusnya tidak terjadi di daerah terpencil seperti ini,” ujarnya.

Lanjutnya,”Kami turut berdukacita atas kepergian tenaga guru yang meninggal dunia. Semoga jasa, pengabdian, dan pelayanannya diterima di sisi Tuhan. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan,”sambung Bupati Yahokimo. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RSUD Deiyai Ikuti Survei Akreditasi LARSQI, Bupati Melkianus Mote Tekankan Peningkatan Pelayanan

8 Juli 2026 - 12:59 WIB

IMG 20260708 WA0007

Dekranasda Deiyai Hadiri HUT ke-46 Dekranas di Makassar, Bawa Misi Promosikan Kerajinan Lokal

7 Juli 2026 - 10:42 WIB

IMG 20260707 WA0028

Pemkab Mimika Mulai Rencanakan Perluasan TPU SP1, Pengadaan Lahan Masih Tahap Awal

7 Juli 2026 - 10:38 WIB

IMG 20260707 WA0026

Dirjen Perkebunan Tinjau Program Perkebunan di Nabire, Siapkan Peremajaan dan Perluasan Kakao 3.000 Hektare

7 Juli 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260707 WA0020

Banyak Lapangan Terbang di Pedalaman Papua Belum Teramankan, Menjadi Celah Masuknya KKB 

7 Juli 2026 - 10:20 WIB

Screenshot 20260707 191728 Gallery
Trending di Headline