Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Sosialisasi ANC Terintegrasi, Silwanus Sumule: Ada Pendekatan Baru Turunkan Angka Kematian Ibu

Etty Welerbadge-check


					Foto Bersama Perbesar

Foto Bersama

TIMIKA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, melalui Dinas Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPK2KB) menggelar sosialisasi mengenai Ante Natal Care (ANC) Terintegrasi guna menurunkan angka kematian ibu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 90 bidan dan 20 dokter yang bertugas di wilayah tersebut. Acara ini terselenggara atas kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Mimika, dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, menjelaskan bahwa ANC Terintegrasi merupakan pendekatan baru untuk menurunkan angka kematian ibu di Papua Tengah.

“Pada prinsipnya, ANC selama ini sudah dilakukan, namun dengan pendekatan terintegrasi, pemeriksaan tidak hanya mencakup pemeriksaan fisik rutin, tetapi juga ditambah dengan pemeriksaan USG untuk mendeteksi risiko kehamilan sedini mungkin,” kata dr. Selwanus Sumule saat ditemui usai membawakan materi, Selasa (19/11/2024).

Modul komprehensif dan fokus pada pencegahan dalam kegiatan ini, seluruh peserta akan mempelajari 22 modul yang mencakup berbagai aspek penting dari kesehatan ibu dan anak, seperti pemeriksaan kehamilan, deteksi dini penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, infeksi (HIV, sifilis, hepatitis), hingga keracunan kehamilan. Selain itu, modul juga mencakup edukasi mengenai alat kontrasepsi pasca-melahirkan.

“Hari ini kami menyelesaikan 11 modul dan besok akan dilanjutkan hingga selesai 22 modul,” ujar dr. Silwanus. Para dokter juga akan dilatih melakukan pemeriksaan USG untuk mendeteksi kesehatan ibu dan janin sejak trimester pertama (0-3 bulan) hingga trimester ketiga.

Sementara itu, komunikasi melalui buku KIA merupakan salah satu alat penting yang digunakan dalam pendekatan ini adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang telah direvisi untuk mendukung proses pencatatan dan komunikasi.

“Petugas kesehatan, baik dokter maupun bidan, akan mencatat seluruh hasil pemeriksaan di buku ini. Tujuannya adalah agar ada komunikasi yang baik antara petugas kesehatan dan keluarga pasien,” kata dr. Silwanus.

Ia berharap kedepan dengan pendekatan ANC Terintegrasi, Dinas Kesehatan Papua Tengah berharap dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan. Deteksi dini dan penanganan segera diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu hamil di wilayah tersebut.

“Upaya ini merupakan komitmen kami untuk memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga dengan baik, khususnya di Papua Tengah,” tutup dr. Silwanus. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Nabire, Pesan Damai dan Kebersamaan Menggema di Festival Cap Go Meh 2026

18 April 2026 - 10:18 WIB

IMG 20260418 WA0177

Langkah Nyata Pemprov Papua Tengah, Gandeng Perbankan Dorong Ekonomi Inklusif

18 April 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260418 WA0160

Kasus Pembunuhan di Jalan Freeport Lama Berhasil Diungkap, Motif Diduga Karena Dendam Pribadi

18 April 2026 - 08:31 WIB

IMG 20260418 WA0109

DPR Papua Tengah Dorong Dialog, Minta Presiden Evaluasi Penempatan Pasukan di Wilayah Konflik

18 April 2026 - 08:24 WIB

IMG 20260418 WA0078

Sekda Papua Tengah: Reses Bukan Formalitas, Harus Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

18 April 2026 - 08:19 WIB

IMG 20260418 WA0071
Trending di Headline