JAKARTA – Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo Murib, menerima penghargaan Most Inspiring in Connecting People Aspiration dalam ajang Indonesia Future Figure Awards 2026, dalam acara penganugerahan yang digelar di Grand Mega Resort & Spa Kuta, Bali, pada Jumat (06/11/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan kemanusiaan, keadilan, dan kepentingan masyarakat di Papua Tengah.
Dalam pernyataan yang disampaikan setelah menerima penghargaan, Eka Kristina mengungkapkan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata milik dirinya secara pribadi.
Menurutnya, penghargaan itu merupakan pengakuan terhadap suara 146.004 masyarakat Papua Tengah yang telah memberikan kepercayaan melalui jalur independen.
“Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam di atas dinding, melainkan sebuah pengakuan bahwa suara-suara dari pelosok pedalaman Papua Tengah terdengar dan dihargai di tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada kaum ibu yang melahirkan dan bertahan di tengah kondisi pengungsian di Sinak, Pogoma, Kemburu, dan Puncak.
Selain itu, penghargaan tersebut dipersembahkan kepada anak-anak Papua yang masih memperjuangkan hak atas pendidikan, keamanan, serta masa depan tanpa ancaman kekerasan dan eksploitasi.
Soroti Persoalan Kemanusiaan dan Ketimpangan Pembangunan
Eka Kristina menegaskan bahwa tugas sebagai senator tidak hanya menghadiri kegiatan kenegaraan atau menerima penghargaan, tetapi juga memastikan berbagai persoalan masyarakat di daerah mendapat perhatian pemerintah pusat.
Ia menyebut sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dalam kerja-kerja representasinya, antara lain ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH), lambatnya pembangunan infrastruktur di Daerah Otonomi Baru (DOB), serta persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius.
Menurutnya, berbagai temuan selama melakukan kunjungan dan penyerapan aspirasi di wilayah-wilayah rawan harus dibawa ke tingkat nasional, termasuk melalui Sidang Paripurna DPD RI.
“Setiap kali saya turun melakukan reses, tugas saya bukanlah mencari pujian, melainkan menunaikan kewajiban moral sebagai penyambung lidah mereka di Senayan,” katanya.
Ia menambahkan, perjuangan terhadap hak-hak masyarakat Papua harus dilakukan secara konsisten melalui jalur konstitusional, dialog yang bermartabat, serta keberpihakan terhadap masyarakat adat.
Penghargaan Bukan Akhir perjuangan
Eka Kristina mengatakan penghargaan Indonesia Future Figure Awards 2026 tidak akan membuat dirinya berhenti memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua Tengah.
Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menyuarakan kepentingan rakyat, terutama kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap keadilan, pembangunan, dan pelayanan publik.
Ia menegaskan perjuangan untuk mewujudkan keadilan fiskal, kemanusiaan, dan perdamaian di Papua masih membutuhkan kerja panjang serta dukungan berbagai pihak.
“Apresiasi yang malam ini saya terima tidak akan membuat saya berpuas diri atau berhenti. Sebaliknya, ini menjadi bahan bakar baru bagi saya untuk tetap vokal, tetap berani, dan tetap setia berdiri bersama rakyat miskin papa dan masyarakat adat,” ujarnya.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa suara masyarakat dari wilayah pedalaman Papua juga memiliki tempat dan harus didengar dalam pengambilan kebijakan di tingkat nasional.
“Terima kasih atas dukungannya. Mari kita terus merawat kemanusiaan dan keadilan untuk seluruh pelosok negeri,” tutupnya. (Cr1)







