DEIYAI — Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua memperkuat konsolidasi organisasi dan tata kelola pelayanan melalui kegiatan Sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlangsung di Gereja Antiokhia Waghete, Klasis Tigi, Koordinator Deiyai, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan pemahaman seluruh jajaran kepengurusan gereja mengenai aturan dasar organisasi, mekanisme kepemimpinan, serta tanggung jawab pelayanan di lingkungan KINGMI di Tanah Papua.

Sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah pimpinan dan pemangku kepentingan gereja dari wilayah Koordinator Meepago, di antaranya Koordinator Gereja KINGMI Deiyai, Awepaida, Paniai, dan Dogiyai, serta Badan Pekerja Harian (BPH) Klasis dari empat wilayah koordinator di Meepago.
Pelaksanaan kegiatan dipandu dan dikawal langsung oleh unsur *Steering Committee* (SC), yang terdiri atas Yulius Miagoni, S.H., Pdt. Marthen Mauri, S.Th., Demianus Agapa, S.Kep., Ns., Yehuda Edowai, S.H., serta Yunus Mote, S.Th., selaku Admin Steering Committee.
Sekretaris I Sinode KINGMI di Tanah Papua, Pdt. Marthen Mauri, S.Th., dalam sambutannya menyampaikan salam hormat dari Ketua Sinode sekaligus menjelaskan bahwa dirinya bersama tim Steering Committee mendapat mandat untuk menyampaikan sosialisasi AD/ART di setiap koordinator wilayah pelayanan KINGMI di Tanah Papua.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Badan Pengurus Sinode untuk memperkuat pemahaman organisasi hingga ke tingkat koordinator, klasis, dan jemaat.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran 14 koordinator dan 104 klasis yang selama ini tetap setia melayani Tuhan serta mempertahankan komitmen terhadap organisasi gereja.
“Atas nama Badan Pengurus Sinode, kami menyampaikan terima kasih kepada 14 koordinator dan 104 klasis yang tetap setia melayani Tuhan, mulai dari wilayah pesisir hingga pegunungan. Walaupun berbagai tantangan kita hadapi, Tuhan tetap berada di pihak kita sehingga sampai hari ini kita masih tetap ada dan terus melayani,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembentukan tim seleksi dan Steering Committee di Sentani bukan tanpa alasan. Tim tersebut dibentuk untuk membantu gereja, memperkuat pelaksanaan tugas organisasi, serta memastikan proses sosialisasi dan pemahaman AD/ART dapat berjalan dengan baik.
Ketua Steering Committee Yulianus MiagoniMeepago Menegaskan bahwa pemahaman terhadap AD/ART merupakan hal penting bagi seluruh unsur kepengurusan gereja. AD/ART tidak hanya menjadi pedoman administratif, tetapi juga menjadi landasan dalam menjalankan roda organisasi, melaksanakan tugas pelayanan, serta menjaga ketertiban dan kesatuan gereja sesuai tata gereja KINGMI di Tanah Papua.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh jajaran pelayan gereja, pengurus klasis, koordinator, hingga jemaat di lingkungan Klasis Tigi dan wilayah Koordinator Meepago diharapkan mampu memahami ketentuan organisasi secara baik dan menyeluruh.
Selain memperkuat pemahaman aturan organisasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun kesamaan persepsi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan, sehingga organisasi gereja semakin tertata, solid, dan mampu menjawab kebutuhan jemaat.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelayanan Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, khususnya di wilayah Meepago. (Cr4)







