TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong penguatan tata kelola data daerah dengan meluncurkan website Mimika Integrasi Satu Data (MAITUA).
Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Forum Satu Data Kabupaten Mimika Tahun 2026. Berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Selasa (3/11/2026).
Dalam sambutan mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bupati Mimika, Yohana Paliling menyampaikan bahwa keberadaan data berkualitas merupakan elemen penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
Ia menegaskan, setiap kebijakan pemerintah harus memiliki landasan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah diakses sesuai ketentuan perundang-undangan. Penerapan kebijakan Satu Data Indonesia di tingkat daerah membutuhkan keterlibatan aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Keberhasilan Satu Data tidak hanya ditentukan oleh tersedianya aplikasi atau teknologi, tetapi juga oleh komitmen, koordinasi, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dalam menghasilkan serta mengelola data yang berkualitas,” tegas Yohana.
Pada kesempatan yang sama, Aji Setiadi, narasumber sekaligus perwakilan tim pengembang dari PT Global Intermedia Nusantara, memaparkan bahwa MAITUA dikembangkan sebagai platform yang menghubungkan sekaligus mengintegrasikan data dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Melalui platform tersebut, data sektoral yang dikumpulkan dan dikelola oleh masing-masing perangkat daerah dapat diolah menjadi informasi yang lebih terstruktur dan mudah diakses oleh masyarakat.
Ia menjelaskan, MAITUA dibangun dengan mengedepankan sejumlah prinsip utama, meliputi akurasi data, transparansi, keterlacakan informasi, penyajian visualisasi data secara objektif, serta perlindungan privasi pengguna.
Untuk memperkuat keamanan sistem, platform ini juga dilengkapi fitur autentikasi dua faktor atau Two-Factor Authentication (2FA) yang terhubung dengan perangkat seluler pribadi pengguna. Penerapan fitur tersebut bertujuan mengurangi potensi penyalahgunaan akun dan meningkatkan keamanan akses.
Aji menambahkan, keberadaan MAITUA tidak semata-mata ditujukan sebagai produk teknologi, tetapi menjadi instrumen pendukung dalam menghubungkan berbagai sumber data guna menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran.
“MAITUA merupakan jembatan integrasi data, bukan sekadar aplikasi. Harapannya, data yang dihimpun dari seluruh OPD dapat menjadi informasi yang berkualitas, transparan, dan benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan,” jelas Aji.
Melalui peluncuran platform tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap Forum Satu Data dapat semakin memperkuat sinergi antarperangkat daerah, khususnya dalam menyelaraskan kebutuhan data prioritas, menerapkan standar data dan metadata, serta memastikan pembaruan data dilakukan secara berkala.
Dalam pelaksanaannya, Diskominfo Kabupaten Mimika memiliki peran sebagai Walidata, sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika bertindak sebagai Pembina Data Statistik. Keduanya diharapkan dapat bersinergi dengan seluruh OPD selaku produsen data untuk menjamin kualitas, konsistensi, dan keterpaduan data sektoral.
Kehadiran MAITUA dengan pengelolaan data yang semakin terintegrasi, pemerintah daerah optimistis dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, menghadirkan kebijakan yang lebih efektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Cr2)








