TIMIKA – Memasuki November 2026, realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika baru mencapai 52 persen. Pemerintah Kabupaten Mimika masih berharap realisasi anggaran dapat meningkat hingga 90 persen pada akhir tahun anggaran.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika, Septinus Timang, mengatakan waktu efektif untuk mendorong percepatan penyerapan anggaran tersisa pada November ini.
Menurutnya, memasuki Desember, sebagian besar organisasi perangkat daerah (OPD) akan mulai fokus pada penyusunan laporan serta pertanggungjawaban kegiatan.
“Kalau mau hitung-hitung, sebenarnya kita punya waktu bulan ini saja. Karena kalau di bulan 12, teman-teman pasti fokus dengan laporan dan laporan-laporan pertanggungjawaban,” ujarnya.
Septinus menjelaskan, rendahnya angka penyerapan saat ini juga perlu dilihat dari progres pekerjaan fisik di lapangan. Sebab, masih ada kegiatan yang progresnya belum tercatat atau belum diperbarui dalam Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi (SIMONEV).
Ia memperkirakan, apabila seluruh progres pekerjaan fisik telah diinput ke dalam sistem, persentase realisasi anggaran berpotensi mengalami perubahan.
“Kalau pun nanti terinput, pasti progresnya akan berubah. Kita masih bisa optimistis,” katanya.
Septinus berharap realisasi APBD 2026 dapat mencapai angka 90 persen hingga akhir tahun anggaran. Septinus juga berharap pihak ketiga atau kontraktor yang telah mengajukan permintaan pembayaran sesuai progres pekerjaan dapat segera menunjukkan peningkatan realisasi pekerjaan di lapangan.
“Harapan kami, pihak ketiga kalau mereka sudah minta terkait progres pekerjaan mereka di lapangan, pasti progresnya akan naik,” tutupnya. (Cr2)








