NABIRE – Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan malaria seiring perubahan cuaca dan memasuki musim penghujan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Alfred Denis Lambey, mengatakan perubahan cuaca pada masa pancaroba perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyebaran sejumlah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Hal itu disampaikan Lambey kepada wartawan di Nabire, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini umumnya berkembang biak di tempat penampungan air bersih yang berada di sekitar lingkungan rumah.
Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan jentik nyamuk.
“Sebaiknya kita melakukan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, dan membersihkan lingkungan. Kita juga perlu memperhatikan ventilasi rumah agar terlindungi dari masuknya nyamuk,” jelasnya.
Selain DBD dan malaria, Lambey juga mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia.
Menurut dia, meskipun kondisi iklim dan kualitas udara di Nabire mulai berangsur membaik setelah sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat tetap perlu menjaga kesehatan.
Ia menyarankan warga menggunakan masker ketika beraktivitas, terutama apabila berada di lingkungan yang berdebu atau kualitas udaranya kurang baik.
“Kita tetap harus waspada terkait ISPA dan pneumonia. Di mana pun kita melakukan aktivitas, kita bisa menggunakan masker,” katanya.
Dinas Kesehatan berharap masyarakat tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit selama perubahan musim. (MB)







