Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gelar Sosialisasi Pengembangan Kamus Bahasa Daerah Mee-Indonesia – Inggris

Etty Welerbadge-check


					Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gelar Sosialisasi Pengembangan Kamus Bahasa Daerah Mee-Indonesia – Inggris Perbesar

PANIAI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kamus Bahasa Daerah Mee – Indonesia – Inggris sebagai upaya pelestarian bahasa daerah dan penguatan muatan lokal di sekolah.

Kegiatan tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, peneliti, tim penyusun kamus, narasumber, kepala sekolah, tenaga pendidik, dan pemerhati bahasa.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaida SE, menyampaikan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi identitas dan wadah penyimpanan nilai-nilai leluhur.

“Bahasa Mee adalah warisan budaya tak benda yang sangat bernilai yang wajib kita jaga, pelihara, dan lestarikan. Tanpa langkah nyata untuk dokumentasi, kita berisiko kehilangan kekayaan intelektual lokal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti ancaman degradasi bahasa daerah di kalangan generasi muda akibat modernisasi, digitalisasi, dan globalisasi.

Menurutnya, kehadiran kamus tiga bahasa (trilingual) ini memiliki arti strategis sebagai tiga jembatan penting:

1. Jembatan Pelestarian dan Edukasi:

Menjadi rujukan resmi pembelajaran muatan lokal di sekolah agar generasi muda Mee tetap bangga menggunakan bahasa ibu.

2. Jembatan Komunikasi Nasional:

Memudahkan pemahaman antar-etnis dan mendukung integrasi pengetahuan lokal ke pendidikan nasional melalui Bahasa Indonesia.

3. Jembatan Global:

Menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Suku Mee ke panggung dunia melalui terjemahan Bahasa Inggris.

“Memperjuangkan bahasa daerah tidak berarti menolak kemajuan zaman, melainkan membawa identitas lokal bergerak berdampingan dengan kemajuan global,” tegasnya.

Kepala Kabid Kebudayaan dan Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Deny Tenouye, Ia berharap sosialisasi ini tidak hanya berhenti pada penyusunan kamus, tetapi dimanfaatkan aktif oleh pendidik dan masyarakat.

“Sebuah kamus hanya akan berdampak nyata jika dimanfaatkan secara aktif di kelas dan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap ada masukan agar kamus ini semakin komprehensif dan akurat,” katanya.

Di akhir sambutan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi membuka kegiatan sosialisasi dengan harapan dapat menjaga warisan budaya dan memajukan pendidikan di Tanah Mee. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Disperindag Mimika Kaji Penerapan Ganjil Genap untuk Kendaraan Roda Dua

31 Oktober 2026 - 09:28 WIB

IMG 20261030 WA0001

Lestarikan Bahasa Ibu, Disdikbud Papua Tengah Gelar Sosialisasi Kamus Mee–Indonesia–Inggris di Paniai

31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IMG 20261031 173933

Polres Mimika Luruskan Isu Penyerangan Pos Sekat, Mobil Anggota Brimob Dibakar Massa

31 Oktober 2026 - 08:33 WIB

IMG 20261031 WA0008

Polres Intan Jaya Selidiki Kasus Pencurian dan Pengerusakan di Kantor Bupati

31 Oktober 2026 - 08:27 WIB

IMG 20261031 165759

Diduga Dipicu Isu Tabrak Orang, Massa Bakar Mobil di Kwamki Narama, Polisi Lakukan Pengejaran

31 Oktober 2026 - 00:28 WIB

IMG 20261031 WA0024
Trending di Headline