Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

News

Lestarikan Bahasa Ibu, Disdikbud Papua Tengah Gelar Sosialisasi Kamus Mee–Indonesia–Inggris di Paniai

Etty Welerbadge-check


					Lestarikan Bahasa Ibu, Disdikbud Papua Tengah Gelar Sosialisasi Kamus Mee–Indonesia–Inggris di Paniai Perbesar

PANIAI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah menggelar Sosialisasi Pengembangan Kamus Bahasa Daerah Mee–Indonesia–Inggris sebagai upaya melestarikan bahasa ibu dan memperkuat muatan lokal di satuan pendidikan.

Kegiatan dilaksanakan pada 30-31 Oktober 2026 di dua lokasi, yakni Aula Kantor Bupati Paniai dan Aula SMP YPPGI Enarotali Paniai. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Paniai, Andan, SH.

Turut hadir Kabid Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Papua Tengah, Deni Tenouye, S.Pak., M.Th., M.Pd., Narasumber Utama Matius F. Degei (Penulis Kamus Mee–Indonesia–Inggris), serta Yunus Gobai, S.Kom., Gr., Ketua Umum K3S TK-PAUD se-Kabupaten Paniai, bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, peneliti, penutur bahasa daerah, dan tenaga pendidik.

Kepala Disdikbud Papua Tengah, Nurhaida, S.E., menegaskan Bahasa Mee adalah identitas dan jati diri yang wajib dilestarikan.

“Bahasa Mee adalah identitas budaya dan wadah penyimpanan nilai-nilai luhur. Bahasa ini wajib kita lestarikan dan integrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah,” tegasnya.

Menurutnya, sosialisasi ini menjadi langkah konkret melindungi bahasa daerah dari kepunahan di tengah globalisasi dan digitalisasi.

Melalui kamus trilingual ini, generasi muda diharapkan tetap mahir berbahasa ibu, mampu berkomunikasi secara nasional dengan Bahasa Indonesia, dan siap memperkenalkan budaya Mee ke dunia internasional melalui Bahasa Inggris.

Kegiatan dua hari tersebut ditutup dengan penandatanganan rumusan rekomendasi bersama untuk percepatan penyusunan kurikulum muatan lokal bahasa daerah per kabupaten di Papua Tengah. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Disperindag Mimika Kaji Penerapan Ganjil Genap untuk Kendaraan Roda Dua

31 Oktober 2026 - 09:28 WIB

IMG 20261030 WA0001

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gelar Sosialisasi Pengembangan Kamus Bahasa Daerah Mee-Indonesia – Inggris

31 Oktober 2026 - 08:37 WIB

IMG 20261030 WA0086

Polres Mimika Luruskan Isu Penyerangan Pos Sekat, Mobil Anggota Brimob Dibakar Massa

31 Oktober 2026 - 08:33 WIB

IMG 20261031 WA0008

Polres Intan Jaya Selidiki Kasus Pencurian dan Pengerusakan di Kantor Bupati

31 Oktober 2026 - 08:27 WIB

IMG 20261031 165759

Diduga Dipicu Isu Tabrak Orang, Massa Bakar Mobil di Kwamki Narama, Polisi Lakukan Pengejaran

31 Oktober 2026 - 00:28 WIB

IMG 20261031 WA0024
Trending di Headline