Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

36 Grup Band dari Empat Provinsi Papua Ramaikan Festival Reggae XI, Bidik Rekor Indonesia

Etty Welerbadge-check


					36 Grup Band dari Empat Provinsi Papua Ramaikan Festival Reggae XI, Bidik Rekor Indonesia Perbesar

NABIRE – Sebanyak 36 grup band dari empat provinsi di Tanah Papua tampil dalam Papua Reggae Festival ke-XI (11) Culture Art yang berlangsung di Bandara Lama atau halaman Kantor Gubernur Sementara, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat–Sabtu, 16–17 Oktober 2026.

Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, Thedy Pekei, mengatakan festival tersebut menjadi momentum bagi musisi Papua untuk menunjukkan kreativitas melalui musik reggae sekaligus mengangkat lagu-lagu daerah Papua.

IMG 20261016 WA0012

Dalam sambutannya pada pembukaan festival, Jumat (16/10/2026), Thedy menyampaikan bahwa para peserta akan membawakan lagu-lagu daerah dari wilayah masing-masing dengan aransemen musik reggae.

Menurutnya, penampilan tersebut menjadi upaya untuk menciptakan rekor melalui penyajian lagu-lagu daerah Papua dalam format reggae dengan melibatkan puluhan grup band.

“Sebanyak 36 grup band di Tanah Papua akan mengukir sejarah pertama bahwa kita bernyanyi dengan lagu reggae terbanyak di Indonesia,” ujar Thedy.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, beserta jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan ruang bagi para musisi dan seniman Papua untuk tampil dalam festival tersebut.

IMG 20261016 WA0010

Thedy menjelaskan, Komunitas Rasta Kribo tidak hanya menaungi komunitas musik reggae, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas seniman yang bergerak di berbagai bidang, seperti kuliner, sastra, seni rupa, tari, dan bidang kesenian lainnya.

Ia berharap Papua Reggae Festival dapat terus berkembang dan diselenggarakan di berbagai provinsi serta kabupaten di Tanah Papua agar semakin banyak seniman memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Menurut Thedy, kegiatan seperti ini penting untuk membuktikan bahwa anak-anak Papua memiliki kemampuan dan kreativitas yang dapat berkembang apabila diberikan ruang serta dukungan yang memadai.

Selain pertunjukan musik, ia juga menyampaikan rencana peluncuran buku berjudul Arnold Lab Sang Legendaris Mempesak oleh koordinator Sastra Papua dalam rangkaian kegiatan festival.

Melalui festival tersebut, Thedy berharap musik reggae semakin dikenal sebagai salah satu media untuk memperkenalkan lagu-lagu daerah, memperkuat identitas budaya Papua, dan mendorong generasi muda untuk terus berkarya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SRT 76 Mimika Catat Kemajuan Setelah Setahun Berjalan

17 Oktober 2026 - 11:54 WIB

IMG 20261017 WA0010

Pastor Berusia 36 Tahun Meninggal Usai Ditemukan Tenggelam di Kolam Renang Kuala Kencana

17 Oktober 2026 - 11:49 WIB

IMG 20261017 WA0005

Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan dan Kelancaran Pasokan BBM di Yahukimo 

17 Oktober 2026 - 06:23 WIB

IMG 20261017 WA0031

DKP Mimika Siapkan Strategi Perluas Akses Pangan, Jalur Sungai Jadi Pertimbangan

16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IMG 20261016 WA0033

Pemkab Mimika Dorong Bumdes Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Kampung

16 Oktober 2026 - 13:57 WIB

IMG 20261016 WA0029
Trending di Headline