TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika resmi menutup Festival Budaya yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mimika dalam rangka memperingati HUT ke-30 Kabupaten Mimika.
Festival yang berlangsung selama empat hari, 5–8 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di Lapangan Eks Pasar Lama dan menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Kebudayaan 2026.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan selama pelaksanaan festival, masyarakat telah menyaksikan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari musik akustik tradisional, tarian, warisan leluhur, cerita rakyat Amungme dan Kamoro, hingga berbagai kuliner serta kerajinan karya masyarakat Mimika.
“Selama festival, kita telah menyaksikan berbagai pertunjukan seni. Semua ini membuktikan bahwa budaya kita hidup, kuat, dan merupakan kekayaan yang tidak ternilai,” kata Emanuel Kemong.
Ia mengapresiasi kepada panitia, seniman, budayawan, pelaku seni, pengrajin, sanggar kuliner, serta semua pihak yang terlibat dalam festival ini.
Menurutnya, berbagai pertunjukan yang dipersembahkan selama festival menjadi cermin kekayaan budaya Mimika sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda. Selain itu, para pengrajin dan pelaku kuliner turut berperan penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif di Kabupaten Mimika.
“Berakhirnya festival ini bukan berarti berakhir pula semangat kita untuk melestarikan budaya. Festival ini harus menjadi momentum kebangkitan budaya dan bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.
Karena itu, Emanuel mengajak masyarakat untuk terus merawat cerita-cerita leluhur dengan mewariskannya kepada anak dan cucu. Ia juga mendorong masyarakat untuk menghidupkan musik tradisional dengan memainkan dan mengajarkannya kepada generasi muda, melestarikan busana adat sebagai identitas, serta mencintai dan mendukung produk lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Emanuel juga membacakan sejumlah capaian Festival Budaya selama empat hari pelaksanaan.
Di antaranya, berhasil didokumentasikan 21 cerita rakyat, 18 lagu musik akustik, 19 busana adat dalam Vision Show Amungme dan Kamoro, serta 14 tarian tradisional dalam bentuk video. Festival ini juga melibatkan 12 sanggar seni, 12 sanggar kuliner, dan 30 sanggar pengrajin.

Festival juga berhasil menarik sekitar 3.000 pengunjung selama empat hari. Dan meningkatkan keterlibatan generasi muda, khususnya pelajar SMP, SMA, dan sederajat, dalam upaya melestarikan budaya daerah.
“Ini pencapaian-pencapaian yang luar biasa yang perlu kita pertahankan dan kita tingkatkan bersama. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga kekuatan untuk membangun jati diri, persatuan, kreativitas, dan ekonomi masyarakat Mimika,” terangnya.
Pada akhir acara, panitia mengumumkan para juara dari setiap lomba. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat dan hadiah kepada para pemenang. (Cr2)







