TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Pemerintah Distrik Tembagapura mulai menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat Distrik Tembagapura yang terdampak kekeringan. Sebanyak 78 ton bantuan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, dengan perhatian khusus pada masyarakat Kampung Tsinga dan Aroanop.

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, mengatakan penyaluran bantuan untuk masyarakat Kampung Aroanop telah rampung sejak September 2026. Sementara itu, pengiriman bantuan ke Kampung Tsinga baru dilakukan beberapa waktu lalu dan masih akan dilanjutkan melalui penerbangan berikutnya.
“Bantuan pangan dari Bulog berupa beras dan minyak goreng sudah disalurkan untuk masyarakat Kampung Tsinga dan Aroanop,” kata Dev saat diwawancarai, Kamis (8/10/2026).
Ia menjelaskan, pengiriman bantuan ke Kampung Tsinga dilakukan melalui empat penerbangan. Pengiriman tersebut akan dilanjutkan dengan empat penerbangan berikutnya guna memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Dev, total bantuan pangan yang dialokasikan untuk wilayah Distrik Tembagapura mencapai 78 ton. Bantuan tersebut terdiri atas alokasi 50 ton untuk wilayah Tembagapura dan kampung-kampung di sekitarnya, serta 30 ton untuk wilayah yang disebut Tsinga dan Aroanop.
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 60 ton merupakan bantuan pangan dari Bulog berupa beras dan minyak goreng. Sementara 18 ton lainnya disediakan Pemerintah Kabupaten Mimika, mencakup beras, minyak goreng, telur serta kebutuhan pokok lainnya.

Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan yang berdampak pada ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah melalui jajaran Distrik Tembagapura terus mengupayakan distribusi bantuan ke kampung-kampung yang membutuhkan, terutama wilayah yang memiliki tantangan akses transportasi. Pengiriman melalui jalur udara menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat di wilayah pegunungan.

Dengan berlanjutnya distribusi bantuan, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat Kampung Tsinga, Aroanop, dan wilayah sekitar Tembagapura dapat terpenuhi selama menghadapi dampak kekeringan.
Ia menyebut, pengiriman bantuan ke Tsinga sempat tertunda akibat cuaca, kabut asap, dan kondisi keamanan. Pemerintah Daerah bersama manajemen PT Freeport Indonesia serta TNI-Polri terlebih dahulu memastikan kondisi wilayah dan keamanan bandara sebelum pesawat diperbolehkan mendarat.

Dev juga mengapresiasi dukungan manajemen PT Freeport Indonesia yang membantu distribusi bantuan melalui maskapai mereka. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perhubungan Mimika yang memberikan informasi terkait kondisi bandara di Tsinga.
Setelah penyaluran bantuan pangan tersebut selesai, Pemerintah Distrik akan kembali mengirim bantuan yang berasal dari Bupati Mimika Johanes Rettob berupa minyak goreng, telur dan bumbu dapur bagi masyarakat Tsinga dan Aroanop.

Selain itu, pmerintah masih melakukan pendataan uulang jumlah penerima bantuan di 13 kkampung yang ada di Distrik Tembagapura. Pendataan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi pendobolan data warga, lebih khusus warga yang sudah meninggal dunia.
“Kami berharap kepala-kepala kampung segera mendata kembali sehingga pada penyaluran tahap ketiga nanti kami sudah memiliki data yang valid,” harapnya. (Cr2)







