TIMIKA — Informasi mengenai dugaan penculikan anak sekolah yang beredar melalui media sosial memicu kepanikan warga hingga menyebabkan aksi pemalangan jalan di dua lokasi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (15/9/2026).

Pemalangan terjadi di Kampung Kaugapu RT 04, Jalan Poros Mapurujaya-Pomako, serta di pertigaan Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah. Warga melakukan pemalangan sebagai bentuk kekhawatiran menyusul informasi yang menyebut adanya dugaan penculikan terhadap sejumlah pelajar.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumalena bersama sejumlah personel langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Setibanya di Kampung Kaugapu sekitar pukul 10.00 WIT, polisi mendapati masyarakat telah memalang jalan menggunakan kayu balok. Kepada petugas, warga mengaku melakukan pemalangan setelah menerima informasi dari media sosial Facebook mengenai dugaan penculikan anak sekolah di pertigaan Mioko.

Polisi kemudian melanjutkan perjalanan menuju pertigaan Mioko untuk melakukan pengecekan langsung. Sekitar pukul 10.35 WIT, petugas tiba di lokasi dan mendapati akses jalan juga ditutup menggunakan batang serta ranting kayu sehingga arus lalu lintas sempat macet total.
Kapolsek Mimika Timur bersama anggota kemudian menemui masyarakat dan menggali informasi terkait kejadian yang sebenarnya.
“Setelah kami melakukan pengecekan langsung di lapangan, empat pelajar berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Tidak ditemukan luka-luka pada para korban, namun mereka mengalami trauma akibat kejadian yang dialami,” kata Iptu Alex Soumalena.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan para pelajar kepada polisi, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 06.30 WIT. Saat sejumlah pelajar turun dari bus sekolah di pertigaan Mioko untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah di Mapurujaya, tiba-tiba diduga datang dua mobil Toyota Avanza berwarna hitam tanpa pelat nomor.
Para pelajar mengaku melihat sejumlah orang yang mengenakan pakaian serba hitam dan penutup wajah keluar dari kendaraan tersebut. Salah satu keterangan menyebut para pelaku diduga membawa senjata tajam jenis parang.
Merasa terancam, para pelajar kemudian melarikan diri kembali menuju Kampung Mioko. Sebagian bahkan masuk ke kawasan hutan untuk menyelamatkan diri.
Masyarakat yang menerima informasi tersebut kemudian melakukan pencarian terhadap para pelajar. Dalam proses pencarian, sejumlah pelajar berhasil ditemukan dan dibawa ke Pustu Mioko untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan.

Para korban yang berhasil diidentifikasi antara lain PM , pelajar SMK Negeri 2 Mapurujaya, dan VE , pelajar SMP Imanuel Mapurujaya. Dua pelajar lainnya, GM dan FM, juga berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Petugas medis di Pustu Mioko kemudian melakukan pemeriksaan terhadap para pelajar. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya luka fisik. Para pelajar hanya mengalami trauma akibat dikejar oleh orang yang tidak mereka kenal.
Setelah memastikan kondisi para pelajar, polisi kembali menemui masyarakat yang melakukan pemalangan untuk memberikan penjelasan.
Sekitar pukul 12.30 WIT, pemalangan di pertigaan Mioko berhasil dibuka dan arus lalu lintas kembali normal. Polisi selanjutnya bergerak menuju Kampung Kaugapu untuk menyampaikan informasi yang sama kepada masyarakat.
Sekitar pukul 13.00 WIT, warga Kaugapu juga bersedia membuka palang setelah mendapatkan penjelasan dari pihak kepolisian.
Kapolsek Mimika Timur mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum dipastikan kebenarannya. Apabila menemukan kejadian atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian sehingga dapat dilakukan pengecekan,” tegasnya.
Polsek Mimika Timur juga akan meningkatkan patroli sambang serta komunikasi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat. Kegiatan kepolisian di sejumlah lokasi yang dianggap rawan juga akan ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.
Hingga Selasa siang, situasi di Kampung Kaugapu dan Kampung Mioko terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas kembali berjalan normal. (IT)







