TIMIKA — Sebanyak tujuh warga Distrik Jila, Kabupaten Mimika, hingga kini masih dalam pencarian setelah sebelumnya dilaporkan menjadi korban penculikan beberapa waktu lalu oleh KKB. Sementara itu, dua warga lainnya dilaporkan berhasil melarikan diri dari kelompok yang menculik mereka.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak mengatakan, dari dua warga yang berhasil melarikan diri tersebut, satu orang ditemukan masih hidup, sementara satu lainnya dilaporkan telah meninggal dunia di wilayah Bela.
“Kita kemarin mendengar informasi dari dua wanita yang sebelumnya kita pernah laporkan, ada dua yang melarikan diri. Ternyata betul, satu telah meninggal dan satunya hidup,,” kata Alfredo saat menyampaikan perkembangan kasus tersebut, Kamis (10/9/2026)
Kapolres mengatakan, warga yang masih hidup saat ini berdasarkan informasi terakhir dari keluarga masih berada di Bela. Warga tersebut juga disebut tengah mendapatkan perawatan di lokasi.
“Informasi yang kami dapat dari keluarga, masih di Bela. Sampai sekarang kita belum tahu kepastiannya lagi. Memang ada rencana di awal mereka akan dibawa ke Jila, cuma belum tahu kepastiannya,” ujarnya.
Menurut Alfredo, pihaknya terus berupaya mendapatkan informasi terbaru terkait keberadaan warga tersebut. Namun, kondisi geografis dan keterbatasan jaringan komunikasi menjadi salah satu kendala dalam proses pemantauan maupun upaya evakuasi.
“Memang kendala yang paling sulit adalah komunikasi. Di sana sinyal sulit, makanya kami masih bisa komunikasi dengan keluarga itu pun melalui radio SSB yang ada mereka punya,” jelasnya.
Ia menegaskan, aparat TNI-Polri bersama pemerintah akan terus berupaya mencari cara untuk mengevakuasi warga yang masih hidup dari Bela ke tempat yang lebih aman.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin, sebisa mungkin bagaimana mencari cara untuk kita evakuasi yang hidup ini. Itu rencana ke depan,” katanya.
Sementara itu, satu warga yang dilaporkan meninggal dunia juga berada di wilayah Bela. Berdasarkan informasi yang diterima aparat, warga tersebut telah dimakamkan atau dilakukan proses pembakaran sesuai dengan tradisi setempat.
Terkait jumlah warga yang masih dicari, Kapolres Mimika menyebut, berdasarkan data dan informasi yang telah dikonfirmasi, pada awalnya terdapat sembilan warga yang dilaporkan menjadi korban.
“Dari data yang sudah kita konfirmasi nama-namanya dan informasi yang kita peroleh, memang di awal sembilan. Kalau sudah dua ini ada, berarti tinggal tujuh. Itu yang terkonfirmasi,” ungkap Alfredo.
Aparat saat ini masih terus menjalin komunikasi dengan keluarga para warga yang belum ditemukan. Informasi dari pihak keluarga diharapkan dapat membantu aparat memperoleh petunjuk terbaru mengenai keberadaan tujuh warga lainnya. (IT)







