NABIRE — Polda Papua Tengah menerima kunjungan Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri dalam rangka pelaksanaan audit kinerja Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Polda Papua Tengah, Nabire, Senin (7/9/2026).
Kegiatan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Papua Tengah, para Kapolres jajaran, serta tim audit Itwasum Polri yang dipimpin Brigjen Pol Mansyur.

Wakil Kepala Polda Papua Tengah, Kombes Pol Dr. Gustav R. Urbinas, membuka kegiatan dengan membacakan sambutan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini.
Dalam arahannya, Gustav menegaskan bahwa audit kinerja merupakan bagian penting dari sistem pengawasan internal Polri. Menurutnya, audit tidak semata-mata bertujuan menemukan kesalahan, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian.
“Audit bukan semata untuk mencari kesalahan, melainkan instrumen untuk memberi keyakinan, mengidentifikasi permasalahan, memperbaiki tata kelola, memperkuat pengendalian internal, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan kinerja organisasi,” ujar Gustav.
Sebagai satuan kerja yang relatif baru, Polda Papua Tengah masih menghadapi sejumlah keterbatasan dan hal-hal yang perlu dibenahi, baik dalam pelaksanaan tugas maupun pengelolaan organisasi.

Karena itu, audit kinerja Itwasum Polri dinilai menjadi momentum strategis bagi Polda Papua Tengah untuk mendapatkan masukan, koreksi, sekaligus rekomendasi konstruktif guna memperkuat tata kelola organisasi.
Gustav meminta seluruh jajaran agar terbuka selama proses audit berlangsung. Setiap kondisi, kendala, maupun kekurangan yang ditemukan diminta disampaikan secara objektif agar dapat dicarikan solusi dan langkah perbaikan.
“Saya meminta seluruh jajaran untuk bersikap terbuka selama audit berlangsung. Jangan ragu menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Jika terdapat permasalahan, kendala, kelemahan administrasi, atau kekurangan dalam pelaksanaan tugas, sampaikan secara terbuka agar dapat dicari solusi dan langkah perbaikannya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap temuan audit tidak hanya dipandang sebagai kekurangan, tetapi dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran sehingga kesalahan yang sama tidak kembali terjadi.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan kegiatan, pertanggungjawaban keuangan, pengelolaan barang milik negara, pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan tugas operasional, administrasi personel, manajemen risiko, hingga tindak lanjut atas hasil pemeriksaan sebelumnya.
Selain itu, Wakapolda mengharapkan proses audit dapat berlangsung secara profesional, objektif, transparan dan komunikatif. Hubungan yang baik antara tim audit dan jajaran Polda Papua Tengah dinilai penting untuk menciptakan suasana pemeriksaan yang konstruktif.
“Kita berharap tim audit Itwasum memberikan arahan, bimbingan, dan koreksi terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Tentunya kita harus siap menerima masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” pungkasnya.

Pelaksanaan audit kinerja tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan internal sekaligus mendorong Polda Papua Tengah untuk terus meningkatkan akuntabilitas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (MB)







