Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Gubernur Papua Tengah Ajak ASN dan Masyarakat Doa dan Puasa Massal Hadapi Dampak El Nino

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Papua Tengah Ajak ASN dan Masyarakat Doa dan Puasa Massal Hadapi Dampak El Nino Perbesar

NABIRE — Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat di Papua Tengah untuk mengikuti gerakan doa dan puasa massal sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Meki Nawipa melalui pernyataannya pada Rabu (2/9/2026). Ia mengatakan kondisi El Nino saat ini telah berdampak terhadap sejumlah persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat di Papua Tengah.

“Saat ini kita sedang menghadapi kondisi cuaca ekstrem El Nino yang berdampak pada kekeringan, kebakaran hutan dan lahan serta embun beku yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah,” ujar Meki Nawipa.

Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam gerakan doa dan puasa massal yang akan dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, mulai pukul 05.00 hingga 18.00 WIT.

Menurutnya, pelaksanaan doa dan puasa disesuaikan dengan agama, keyakinan, serta tata cara peribadatan masing-masing.

Bagi umat Kristen dan Katolik, kegiatan dilakukan melalui doa dan puasa. Umat Islam dapat melaksanakan doa atau salat istisqa, zikir, serta puasa sunah. Sementara umat Hindu dapat mengikuti persembahyangan dan upawasa atau brata.

Adapun umat Buddha diarahkan mengikuti puja bakti, meditasi, pembacaan parita dan sutra serta uposatha.

Meki juga meminta para kepala perangkat daerah memberikan fleksibilitas kepada ASN yang mengikuti kegiatan tersebut, termasuk melalui kebijakan Work From Home (WFH), dengan tetap memperhatikan disiplin kerja.

“Dengan tidak mengganggu disiplin kerja serta pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan secara optimal,” tegasnya.

Gubernur berharap gerakan doa dan puasa lintas agama tersebut menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Papua Tengah untuk bergandengan tangan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang sedang terjadi.

“Mari kita bergandeng tangan berdoa bersama demi keselamatan serta pemulihan tanah Papua Tengah yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon keselamatan, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap dampak kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta embun beku yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

18 Oktober 2026 - 03:32 WIB

2a379e56 abf8 4ced 8b5c c297cf45fc3c

SRT 76 Mimika Catat Kemajuan Setelah Setahun Berjalan

17 Oktober 2026 - 11:54 WIB

IMG 20261017 WA0010

Pastor Berusia 36 Tahun Meninggal Usai Ditemukan Tenggelam di Kolam Renang Kuala Kencana

17 Oktober 2026 - 11:49 WIB

IMG 20261017 WA0005

Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan dan Kelancaran Pasokan BBM di Yahukimo 

17 Oktober 2026 - 06:23 WIB

IMG 20261017 WA0031

DKP Mimika Siapkan Strategi Perluas Akses Pangan, Jalur Sungai Jadi Pertimbangan

16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IMG 20261016 WA0033
Trending di Headline