Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire

Headline

Gubernur Papua Tengah Ajak ASN dan Masyarakat Doa dan Puasa Massal Hadapi Dampak El Nino

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Papua Tengah Ajak ASN dan Masyarakat Doa dan Puasa Massal Hadapi Dampak El Nino Perbesar

NABIRE — Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat di Papua Tengah untuk mengikuti gerakan doa dan puasa massal sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Meki Nawipa melalui pernyataannya pada Rabu (2/9/2026). Ia mengatakan kondisi El Nino saat ini telah berdampak terhadap sejumlah persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat di Papua Tengah.

“Saat ini kita sedang menghadapi kondisi cuaca ekstrem El Nino yang berdampak pada kekeringan, kebakaran hutan dan lahan serta embun beku yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah,” ujar Meki Nawipa.

Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam gerakan doa dan puasa massal yang akan dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, mulai pukul 05.00 hingga 18.00 WIT.

Menurutnya, pelaksanaan doa dan puasa disesuaikan dengan agama, keyakinan, serta tata cara peribadatan masing-masing.

Bagi umat Kristen dan Katolik, kegiatan dilakukan melalui doa dan puasa. Umat Islam dapat melaksanakan doa atau salat istisqa, zikir, serta puasa sunah. Sementara umat Hindu dapat mengikuti persembahyangan dan upawasa atau brata.

Adapun umat Buddha diarahkan mengikuti puja bakti, meditasi, pembacaan parita dan sutra serta uposatha.

Meki juga meminta para kepala perangkat daerah memberikan fleksibilitas kepada ASN yang mengikuti kegiatan tersebut, termasuk melalui kebijakan Work From Home (WFH), dengan tetap memperhatikan disiplin kerja.

“Dengan tidak mengganggu disiplin kerja serta pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan secara optimal,” tegasnya.

Gubernur berharap gerakan doa dan puasa lintas agama tersebut menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Papua Tengah untuk bergandengan tangan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang sedang terjadi.

“Mari kita bergandeng tangan berdoa bersama demi keselamatan serta pemulihan tanah Papua Tengah yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon keselamatan, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap dampak kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta embun beku yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perketat Kwamki Narama, Sweeping Alat Perang Digelar di Sejumlah Titik

2 September 2026 - 04:27 WIB

IMG 20260902 WA0029

PASTI-Papua Dorong Integrasi Data Stunting di Empat Distrik Kabupaten Nabire

2 September 2026 - 04:17 WIB

IMG 20260902 WA0023

Wakil Bupati Nabire: Data Stunting Harus Jadi Dasar Penentuan Intervensi

2 September 2026 - 04:14 WIB

IMG 20260902 WA0021

Patroli Polres Mimika di Kwamki Narama Diganggu Lemparan Batu dan Anak Panah

2 September 2026 - 03:57 WIB

IMG 20260902 WA0016

Penembakan Konvoi Kendaraan Karyawan PT Freeport Terjadi di Mile 60, Tidak Ada Korban Jiwa

2 September 2026 - 03:52 WIB

IMG 20260902 WA0011
Trending di Headline