NABIRE – Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan intervensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Hal itu disampaikan Burhanuddin saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Pemanfaatan Website Aksi Bina Bangda bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten dan distrik wilayah dampingan PASTI-Papua di Hotel Adamant Nabire, Rabu (2/9/2026).
Burhanuddin hadir mewakili Bupati Nabire Mesak Magai. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), penyuluh KB, puskesmas, TP3S kabupaten dan distrik serta pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Burhanuddin, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi merupakan persoalan pembangunan manusia yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, pendidikan, ekonomi, sanitasi, pola asuh, ketahanan pangan hingga kualitas pelayanan dasar.
Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak.
“Percepatan penurunan stunting harus didasarkan secara terencana, terukur, terpadu dan berbasis data,” kata Burhanuddin.
Ia menekankan, keberadaan TP3S di tingkat kabupaten dan distrik memiliki peran penting. TP3S tidak boleh hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi harus mampu menggerakkan koordinasi, mengawal intervensi, memantau perkembangan serta menyediakan informasi yang akurat mengenai kondisi stunting di wilayah masing-masing.
Burhanuddin juga mengingatkan agar penggunaan Website Aksi Bina Bangda tidak berhenti sebatas pemahaman teknis selama pelatihan. Peserta diharapkan mampu memanfaatkan sistem tersebut dalam pekerjaan sehari-hari.
Ia menyampaikan lima hal yang perlu menjadi perhatian peserta, yakni memahami fungsi dan mekanisme Website Aksi Bina Bangda, meningkatkan kemampuan mengelola data, memastikan informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan, menggunakan data sebagai dasar menentukan intervensi, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Data bukan sekadar angka untuk memenuhi laporan administrasi. Data harus menjadi dasar untuk mengetahui siapa yang membutuhkan intervensi, di mana lokasinya, apa masalahnya, intervensi apa yang sudah dilakukan dan apa hasil yang telah dicapai,” tegasnya.
Menurutnya, dengan data yang baik, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Karena itu, Burhanuddin meminta seluruh jajaran TP3S membangun komitmen bersama dengan prinsip data yang akurat, intervensi yang tepat, koordinasi yang kuat dan hasil yang terukur.
“Temukan masalahnya, gunakan datanya, lakukan intervensinya, pantau dan evaluasi bersama-sama,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitas TP3S Kabupaten Nabire dan distrik, memperbaiki pengelolaan data serta memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.
Burhanuddin kemudian secara resmi membuka kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 September 2026.
Program PASTI-Papua sendiri merupakan proyek untuk mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan status gizi di wilayah Papua, termasuk Kabupaten Nabire. Program tersebut didukung PT Freeport Indonesia dan diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia. (MB)







