Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Wakil Bupati Nabire: Data Stunting Harus Jadi Dasar Penentuan Intervensi

Etty Welerbadge-check


					Wakil Bupati Nabire: Data Stunting Harus Jadi Dasar Penentuan Intervensi Perbesar

NABIRE – Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan intervensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Hal itu disampaikan Burhanuddin saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Pemanfaatan Website Aksi Bina Bangda bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten dan distrik wilayah dampingan PASTI-Papua di Hotel Adamant Nabire, Rabu (2/9/2026).

Burhanuddin hadir mewakili Bupati Nabire Mesak Magai. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), penyuluh KB, puskesmas, TP3S kabupaten dan distrik serta pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Burhanuddin, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi merupakan persoalan pembangunan manusia yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, pendidikan, ekonomi, sanitasi, pola asuh, ketahanan pangan hingga kualitas pelayanan dasar.

Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak.

“Percepatan penurunan stunting harus didasarkan secara terencana, terukur, terpadu dan berbasis data,” kata Burhanuddin.

Ia menekankan, keberadaan TP3S di tingkat kabupaten dan distrik memiliki peran penting. TP3S tidak boleh hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi harus mampu menggerakkan koordinasi, mengawal intervensi, memantau perkembangan serta menyediakan informasi yang akurat mengenai kondisi stunting di wilayah masing-masing.

Burhanuddin juga mengingatkan agar penggunaan Website Aksi Bina Bangda tidak berhenti sebatas pemahaman teknis selama pelatihan. Peserta diharapkan mampu memanfaatkan sistem tersebut dalam pekerjaan sehari-hari.

Ia menyampaikan lima hal yang perlu menjadi perhatian peserta, yakni memahami fungsi dan mekanisme Website Aksi Bina Bangda, meningkatkan kemampuan mengelola data, memastikan informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan, menggunakan data sebagai dasar menentukan intervensi, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Data bukan sekadar angka untuk memenuhi laporan administrasi. Data harus menjadi dasar untuk mengetahui siapa yang membutuhkan intervensi, di mana lokasinya, apa masalahnya, intervensi apa yang sudah dilakukan dan apa hasil yang telah dicapai,” tegasnya.

Menurutnya, dengan data yang baik, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Karena itu, Burhanuddin meminta seluruh jajaran TP3S membangun komitmen bersama dengan prinsip data yang akurat, intervensi yang tepat, koordinasi yang kuat dan hasil yang terukur.

“Temukan masalahnya, gunakan datanya, lakukan intervensinya, pantau dan evaluasi bersama-sama,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitas TP3S Kabupaten Nabire dan distrik, memperbaiki pengelolaan data serta memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.

Burhanuddin kemudian secara resmi membuka kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 September 2026.

Program PASTI-Papua sendiri merupakan proyek untuk mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan status gizi di wilayah Papua, termasuk Kabupaten Nabire. Program tersebut didukung PT Freeport Indonesia dan diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

18 Oktober 2026 - 03:32 WIB

2a379e56 abf8 4ced 8b5c c297cf45fc3c

SRT 76 Mimika Catat Kemajuan Setelah Setahun Berjalan

17 Oktober 2026 - 11:54 WIB

IMG 20261017 WA0010

Pastor Berusia 36 Tahun Meninggal Usai Ditemukan Tenggelam di Kolam Renang Kuala Kencana

17 Oktober 2026 - 11:49 WIB

IMG 20261017 WA0005

Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan dan Kelancaran Pasokan BBM di Yahukimo 

17 Oktober 2026 - 06:23 WIB

IMG 20261017 WA0031

DKP Mimika Siapkan Strategi Perluas Akses Pangan, Jalur Sungai Jadi Pertimbangan

16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IMG 20261016 WA0033
Trending di Headline