Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Satgas Karhutla Papua Tengah: Dampak Asap Mulai Meluas, Helikopter Disiapkan

Etty Welerbadge-check


					Satgas Karhutla Papua Tengah: Dampak Asap Mulai Meluas, Helikopter Disiapkan Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama TNI-Polri dan berbagai komponen masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Sekretaris Satgas Penanganan Karhutla Papua Tengah, Fun, S.Sos., M.Si., yang juga Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah, mengatakan apel gelar pasukan yang digelar pada Senin (24/8/2026) merupakan bagian dari upaya menyatukan seluruh kekuatan dalam penanganan Karhutla.

Menurut Fun, apel tersebut dilaksanakan atas amanah dan perintah Gubernur Papua Tengah dengan melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI-Polri serta organisasi masyarakat.

“Pertama-tama kita ingin satu padu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Papua Tengah, termasuk kesiapan sumber daya manusia serta kesiapan sarana dan prasarana,” ujar Fun usai mengikuti apel gabungan.

Ia menyebutkan, kesiapan yang dimaksud mencakup kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan angkut personel maupun berbagai peralatan pendukung lainnya. Masing-masing perangkat daerah di tingkat provinsi dan kabupaten juga diminta menyiapkan kekuatan sesuai tugas dan fungsinya.

Fun mengatakan, Dinas Kesehatan turut dilibatkan dalam penanganan Karhutla mengingat dampak kebakaran dan asap mulai dirasakan masyarakat.

“Dampaknya sudah cukup meluas di Provinsi Papua Tengah, khususnya di ibu kota provinsi, sehingga mengakibatkan dampak-dampak seperti penyakit ISPA dan lain-lain, termasuk juga kekeringan air bersih,” jelasnya.

Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga terus memantau perkembangan cuaca sebagai salah satu faktor penting dalam pengendalian Karhutla. Koordinasi dilakukan bersama BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi cuaca dan perkembangan potensi kebakaran.

Helikopter Disiapkan untuk Mendukung Penanganan

Terkait rencana penyediaan helikopter yang sebelumnya disampaikan Gubernur Papua Tengah melalui juru bicaranya, Fun mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi teknis.

Ia menjelaskan, Satgas akan berkolaborasi dengan pihak penerbangan untuk melihat kesiapan helikopter dan peralatan yang tersedia di provinsi. Pemerintah provinsi juga akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan dukungan.

“Harapan dari Pak Sekda kepada kami, nanti kami akan berkolaborasi dengan penerbangan, tentunya dengan kesiapan peralatan helikopter dan peralatan yang tersedia di provinsi. Kita juga coba berkolaborasi dan meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Nasional,” katanya.

Fun memperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan akan ada perkembangan lebih lanjut terkait kesiapan dukungan helikopter tersebut.

Posko Satgas Masih Terpusat di BPBD

Mengenai posko penanganan Karhutla, Fun mengatakan untuk sementara aktivitas Satgas masih terpusat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sambil menunggu penguatan struktur dan operasional Satgas di lapangan.

Menurutnya, BPBD dan pemadam kebakaran menjadi bagian penting dalam koordinasi teknis penanganan Karhutla. Koordinasi juga terus dilakukan bersama TNI serta BMKG, khususnya untuk mendapatkan pembaruan informasi cuaca.

“Untuk sementara kita masih di BPBD, karena badan penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran di sana. Secara teknis nanti kita kolaborasi dengan TNI dan Kepala BMKG untuk terus update cuaca,” ujarnya.

Fun menambahkan, laporan kondisi cuaca dari BMKG terus diperbarui dan informasi tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada masyarakat secara rutin sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah memastikan penanganan Karhutla akan terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, kesiapan personel dan peralatan, pemantauan cuaca serta dukungan sarana operasional agar dampak kebakaran dapat diminimalkan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejarah Baru Di Paniai: DPD I KNPI Papua Tengah Gelar Pelantikan Dan Rakerda Perdana 

25 Agustus 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260825 WA0010

Kasus Penganiayaan di Depan Pondok Amor, Polisi Masih Dalami Pelaku

25 Agustus 2026 - 10:12 WIB

IMG 20260825 WA0006

Pasca Evakuasi Nakes, Polisi Siapkan Koordinasi untuk Bantu Warga Jila

25 Agustus 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260825 WA0007

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Dekatkan Polisi dengan Warga Muara Puncak Jaya

25 Agustus 2026 - 09:51 WIB

IMG 20260825 WA0004

Penyanderaan Warga Sipil di Jila Dikecam, Yeri Hamadi: Jangan Jadikan Rakyat Korban Konflik

25 Agustus 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260825 WA0002
Trending di Headline