DEIYAI — Ketua Bunda PAUD Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM., M.KM., mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang berkualitas hingga menjangkau seluruh distrik dan kampung di Kabupaten Deiyai.
Ajakan tersebut disampaikan Fransina Rumbiak Mote saat memberikan sambutan pada pembukaan Lokakarya Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Deiyai, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, ia mengawali dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan-Nya sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dalam keadaan sehat.

Fransina juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Deiyai dan Wakil Bupati Deiyai yang dinilai terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi anak-anak di Kabupaten Deiyai.
Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah, Aponaris Yogi, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta dalam mengimplementasikan layanan PAUD Holistik Integratif secara optimal.
Fransina menegaskan bahwa anak usia dini merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah. Karena itu, mereka harus memperoleh layanan yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan, serta stimulasi tumbuh kembang.
“PAUD Holistik Integratif bertujuan memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh, berkembang, belajar, dan terlindungi secara optimal melalui kerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan PAUD HI tidak dapat diwujudkan oleh satu lembaga saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, TP PKK, Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, lokakarya ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, sekaligus menyusun langkah-langkah nyata dalam menghadirkan layanan PAUD HI yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai.
Fransina juga mengajak seluruh peserta, khususnya Bunda PAUD di tingkat distrik dan kampung, agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pelayanan di lapangan.
Ia berharap melalui komitmen bersama tersebut, setiap anak di Kabupaten Deiyai memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Mengakhiri sambutannya, Fransina menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan lokakarya. Ia berharap Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati setiap langkah dan pengabdian seluruh pihak dalam membangun generasi emas Kabupaten Deiyai. (SK)






