TIMIKA – Ketua Sekretariat Keadilan dan Pastoral (SKP) Keuskupan Timika, Saul Paulo Wanimbo memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tetap berlangsung normal meski situasi keamanan di sejumlah wilayah masih memanas.
Saul mengatakan sekolah-sekolah YPPK tetap membuka layanan pendidikan agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tidak terganggu oleh kondisi keamanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Di Kabupaten Intan Jaya sekolah kami yakni YPPK tetap berjalan aktivitas belajar-mengajarnya. Termasuk sekolah YPPK di Kabupaten Puncak,” kata Saul Paulo Wanimbo di Timika, Senin (6/7/2026).
Menurut dia, Keuskupan Timika berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan di wilayah pelayanannya meskipun mencatat sedikitnya sembilan peristiwa konflik yang terjadi khususnya di Kabupaten Intan Jaya sepanjang Juni hingga awal Juli 2026.
Ia menegaskan pendidikan harus tetap menjadi ruang yang aman bagi anak-anak, sekaligus mengajak seluruh pihak menjaga situasi keamanan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung tanpa gangguan.
“Tidak ada guna kita hidup dalam kekerasan,” ujar Saul.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, di Kabupaten Intan Jaya terdapat tiga SD YPPK yang berada di Kampung Bilogai, Jalai, dan Titigi, serta dua SMP YPPK yang berlokasi di Distrik Sugapa dan Distrik Homeyo.
Sementara itu, di Kabupaten Puncak terdapat dua SD YPPK yang berada di Distrik Gome dan Distrik Gome Utara.
Keuskupan Timika berharap seluruh satuan pendidikan tersebut dapat terus beroperasi secara normal sehingga layanan pendidikan bagi anak-anak di Papua tetap terjaga. (Cr1)






