DEIYAI — Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai resmi membuka kegiatan Lokakarya Imunisasi dan Surveilans Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Mei 2026, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.
Kegiatan tersebut menghadirkan Tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang diwakili oleh Yohanes Kayame, S.KM., M.KM selaku Kepala Seksi Penanggung Jawab Imunisasi dan Surveilans. Dalam lokakarya itu, Yohanes Kayame menjadi pemateri utama dengan membawakan materi terkait penguatan program imunisasi dan surveilans, termasuk strategi pelaksanaan di lapangan bersama para penanggung jawab (PJ) imunisasi dan surveilans puskesmas serta lembaga mitra kesehatan.
Materi yang diberikan mencakup tujuan pelaksanaan imunisasi, penguatan sistem surveilans SKDR, langkah-langkah strategis penanganan penyakit menular, serta peningkatan koordinasi lintas sektor guna mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai yang diwakili Kepala Bidang P2PL, Oktopianus Mote, S.KM., M.KM secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa imunisasi dan surveilans merupakan program prioritas pemerintah daerah dalam upaya menyelamatkan generasi muda dan menekan angka stunting maupun potensi wabah penyakit.
“Laporan Kabupaten Deiyai saat ini urusan imunisasi berada pada posisi ketiga di Provinsi Papua Tengah. Karena itu, kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama, pendataan, dan pendekatan kepada masyarakat,” ujar Oktopianus Mote.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, masyarakat, gereja, kepala kampung, serta seluruh pihak terkait agar target pelayanan imunisasi dapat tercapai secara maksimal di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai.
Menurutnya, para PJ Imunisasi dan Surveilans di setiap puskesmas harus menjadikan program tersebut sebagai prioritas utama pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit yang dapat menyerang anak-anak.
Sementara itu, PJ Imunisasi dan Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Martinus Agapa, S.KM mengatakan bahwa kegiatan lokakarya ini menjadi sarana penguatan kapasitas bagi seluruh peserta dalam meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi dan sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit.
“Jika imunisasi dan surveilans tidak berjalan dengan baik, maka dapat menimbulkan risiko wabah penyakit seperti campak, polio, difteri, dan penyakit PD3I lainnya. Karena itu pemberian imunisasi bagi anak usia 0 sampai 9 bulan wajib dilakukan,” jelas Martinus Agapa.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut seluruh peserta memperoleh pemahaman, semangat kerja, serta strategi pendekatan masyarakat yang efektif dalam menjalankan pelayanan di 10 puskesmas bersama lembaga mitra kesehatan, termasuk Yayasan Sinar Bhakti Husada.
Martinus juga mengajak seluruh masyarakat, tokoh gereja, kepala kampung, serta orang tua agar mendukung penuh program imunisasi dan surveilans demi menjaga kesehatan generasi masa depan di Kabupaten Deiyai.
Peserta kegiatan terdiri dari PJ Imunisasi Puskesmas, petugas surveilans, lembaga yayasan mitra kesehatan, dan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai.
Melalui lokakarya ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai berharap tercipta pola kerja yang lebih baik, sistem pendataan yang lebih akurat, serta koordinasi pelayanan kesehatan yang semakin kuat guna mewujudkan masyarakat Deiyai yang sehat, aman, dan sejahtera. (SK)







