Menu

Mode Gelap
Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk

Headline

Bupati Mimika Soroti Sampah dan Bangunan di Atas Drainase Yang Jadi Penyebab Banjir

Etty Welerbadge-check


					Bupati Mimika Soroti Sampah dan Bangunan di Atas Drainase Yang Jadi Penyebab Banjir Perbesar

TIMIKA – Bupati Mimika menyoroti persoalan sampah dan bangunan warga yang berdiri di atas drainase sebagai penyebab utama banjir di sebagian Kota Timika saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

IMG 20260507 WA0033

 

Menurutnya, saluran air yang tersumbat sampah dan tertutup bangunan membuat air tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga genangan cepat terjadi meski hujan turun dalam waktu singkat.

“Saya mau cek langsung lokasi-lokasi yang terkena banjir. Banyak video yang dilaporkan ke saya, dan hampir semua persoalannya sama, yaitu sampah. Sampah inilah yang menyebabkan banjir di mana-mana,” ujar Bupati saat ditemui, Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan, persoalan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah apabila masyarakat masih membuang sampah sembarangan dan tidak menjaga saluran air.

 

“Kita sudah melakukan berbagai upaya, tetapi sedikit-sedikit pemerintah yang disalahkan. Padahal masyarakat juga harus sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Selain masalah sampah, Bupati juga menyoroti banyaknya bangunan yang berdiri di atas drainase sehingga menutup jalur pembuangan air. Pemerintah daerah, kata dia, tidak segan membongkar bangunan yang terbukti menghambat aliran drainase.

20260507

“Kemarin ada satu video yang saya lihat, drainasenya ditutup lalu ada bangunan. Itu nanti kita bongkar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, di beberapa lokasi masih terdapat drainase yang belum tersambung dengan saluran pembuangan utama. Namun, ada pula saluran yang sebenarnya sudah tersedia tetapi tidak berfungsi karena tertutup bangunan dan dipenuhi sampah.

 

“Ada drainase yang memang belum ada sambungan ke tempat pembuangan, tetapi ada juga yang sudah ada namun masyarakat membangun di atas drainase dan membuang sampah di situ,” jelasnya.

Bupati juga menyinggung lokasi yang sempat viral di media sosial karena dijadikan kolam pancing. Setelah ditinjau langsung, ternyata saluran pembuangan air di lokasi tersebut telah dicor dan ditutup.

“Waktu video itu ramai, mereka buat kolam lalu memancing di situ. Setelah saya cek ternyata tempat pembuangannya dicor dan ditutup, akhirnya saya minta dibongkar,” ujarnya.

Sebagai langkah penertiban, Pemerintah Kabupaten Mimika berencana mengeluarkan surat edaran terkait larangan menutup drainase maupun membangun di atas parit.

 

“Seperti di Leo Mamiri itu sudah bahaya, banyak bangunan berdiri di atas parit,” tambahnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov Papua Tengah Siapkan Tiga Titik Nobar Gratis Dukung Persipura Menuju Liga 1

7 Mei 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260507 WA0073

Kaesang Pangarep Dorong PSI Papua Tengah Jadi Kekuatan Baru Politik di Tanah Papua

7 Mei 2026 - 12:59 WIB

IMG 20260507 WA0071

Rakorwil PSI Papua Tengah Berlangsung Meriah, Kaesang: 2029 Harus Menang

7 Mei 2026 - 12:41 WIB

IMG 20260507 WA0064

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

7 Mei 2026 - 10:41 WIB

IMG 20260506 WA0013

Atap Mulai Dipasang, Rumah Program TMMD di Keakwa Kian Tampak Nyata

7 Mei 2026 - 10:25 WIB

IMG 20260507 WA0051
Trending di Headline