Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Bupati Mimika Soroti Sampah dan Bangunan di Atas Drainase Yang Jadi Penyebab Banjir

Etty Welerbadge-check


					Bupati Mimika Soroti Sampah dan Bangunan di Atas Drainase Yang Jadi Penyebab Banjir Perbesar

TIMIKA – Bupati Mimika menyoroti persoalan sampah dan bangunan warga yang berdiri di atas drainase sebagai penyebab utama banjir di sebagian Kota Timika saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

IMG 20260507 WA0033

 

Menurutnya, saluran air yang tersumbat sampah dan tertutup bangunan membuat air tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga genangan cepat terjadi meski hujan turun dalam waktu singkat.

“Saya mau cek langsung lokasi-lokasi yang terkena banjir. Banyak video yang dilaporkan ke saya, dan hampir semua persoalannya sama, yaitu sampah. Sampah inilah yang menyebabkan banjir di mana-mana,” ujar Bupati saat ditemui, Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan, persoalan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah apabila masyarakat masih membuang sampah sembarangan dan tidak menjaga saluran air.

 

“Kita sudah melakukan berbagai upaya, tetapi sedikit-sedikit pemerintah yang disalahkan. Padahal masyarakat juga harus sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Selain masalah sampah, Bupati juga menyoroti banyaknya bangunan yang berdiri di atas drainase sehingga menutup jalur pembuangan air. Pemerintah daerah, kata dia, tidak segan membongkar bangunan yang terbukti menghambat aliran drainase.

20260507

“Kemarin ada satu video yang saya lihat, drainasenya ditutup lalu ada bangunan. Itu nanti kita bongkar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, di beberapa lokasi masih terdapat drainase yang belum tersambung dengan saluran pembuangan utama. Namun, ada pula saluran yang sebenarnya sudah tersedia tetapi tidak berfungsi karena tertutup bangunan dan dipenuhi sampah.

 

“Ada drainase yang memang belum ada sambungan ke tempat pembuangan, tetapi ada juga yang sudah ada namun masyarakat membangun di atas drainase dan membuang sampah di situ,” jelasnya.

Bupati juga menyinggung lokasi yang sempat viral di media sosial karena dijadikan kolam pancing. Setelah ditinjau langsung, ternyata saluran pembuangan air di lokasi tersebut telah dicor dan ditutup.

“Waktu video itu ramai, mereka buat kolam lalu memancing di situ. Setelah saya cek ternyata tempat pembuangannya dicor dan ditutup, akhirnya saya minta dibongkar,” ujarnya.

Sebagai langkah penertiban, Pemerintah Kabupaten Mimika berencana mengeluarkan surat edaran terkait larangan menutup drainase maupun membangun di atas parit.

 

“Seperti di Leo Mamiri itu sudah bahaya, banyak bangunan berdiri di atas parit,” tambahnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

150 Peserta Konfirmasi Hadir di KKT II Mimika, Panitia Berpacu Matangkan Akomodasi dan Transportasi

4 November 2026 - 14:26 WIB

20261104

Siswa SMA YPPGI Waghete Presentasikan Penelitian Ketimpangan Ekonomi di Pasar Waghete

4 November 2026 - 14:19 WIB

IMG 20261103 WA0003

Empat Hari Layani Warga di Kampung, Dukcapil Paniai Rekam e-KTP di Sembilan Kampung Wegee Bino

4 November 2026 - 14:12 WIB

IMG 20261104 WA0043

100 Penjual Pinang di Mimika Terima Bantuan Modal Rp250 Juta, Masing-Masing Rp2,5 Juta

4 November 2026 - 14:07 WIB

IMG 20261104 230609

LPTQ Mimika Perluas Pembinaan Enam Cabang MTQ, Siapkan Program Berkelanjutan untuk 2027

4 November 2026 - 14:01 WIB

IMG 20261104 230057
Trending di Headline