Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Disbudpar Dogiyai Dorong Penetapan Cagar Budaya, Targetkan Jadi Pusat Peradaban Suku Mee

Etty Welerbadge-check


					Disbudpar Dogiyai Dorong Penetapan Cagar Budaya, Targetkan Jadi Pusat Peradaban Suku Mee Perbesar

DOGIYAI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dogiyai terus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui pengusulan sejumlah objek menjadi cagar budaya.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Dogiyai, Natan Naftali Tebai, S.Sos., kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Natan menjelaskan, pada hari yang sama pihaknya menerima kunjungan Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah yang melakukan survei dan pengambilan data terkait potensi cagar budaya di Dogiyai melalui bidang kebudayaan.

“Ini bagian dari langkah awal untuk mendorong penetapan cagar budaya di Kabupaten Dogiyai. Kami menyambut baik kehadiran tim provinsi dalam rangka pendataan dan verifikasi lapangan,” ujar Tebai dalam keterangantertulis. (MB)

Ia mengungkapkan, Disbudpar Dogiyai telah mengusulkan sejumlah objek penting untuk ditetapkan sebagai cagar budaya, di antaranya Kopi P5 Moanemani, Gereja Katolik Sta. Imakulata, dan Gereja Katolik Timepa. Selain itu, terdapat p²wula beberapa situs budaya yang didorong, yakni Situs Mauwa, Situs Idakebo, dan Situs Auki Modio.

Tidak hanya itu, dua kawasan budaya strategis juga diusulkan, yaitu kawasan Lembah Hijau Kamuu dan kawasan Mapia-Piyaye, yang dinilai memiliki nilai historis dan kultural tinggi bagi masyarakat setempat, khususnya suku Mee.

Menurut Natan, upaya ini tidak hanya sebatas penetapan status, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar dalam membangun identitas daerah berbasis budaya.

“Kami berharap dalam tahun ini sudah ada hasil dari proses ini, sehingga ke depan Dogiyai dapat menjadi daerah konsentrasi pusat pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya suku Mee,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan sektor kebudayaan akan menjadi fondasi penting dalam arah pembangunan daerah.

“Dogiyai sebagai pusat peradaban akan menjadi fokus pembangunan ke depan. Budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kekuatan untuk membangun jati diri dan masa depan daerah,” tutup. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News