Menu

Mode Gelap
Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria

Headline

Pelajar Timika Desak Penambahan Kuota Beasiswa Afirmasi, Soroti Keadilan Akses Pendidikan

Etty Welerbadge-check


					Pelajar Timika Desak Penambahan Kuota Beasiswa Afirmasi, Soroti Keadilan Akses Pendidikan Perbesar

TIMIKA – Sejumlah pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar Timika angkatan tahun 2026 menggelar aksi demo damai guna menuntut peningkatan kuota afirmasi pendidikan di Kabupaten Mimika.

Aksi yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (30/4/2026) tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan yang dinilai masih belum merata, khususnya bagi pelajar Orang Asli Papua (OAP).

Dalam orasi yang disampaikan, para pelajar menilai kuota afirmasi yang tersedia saat ini belum mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan. Mereka juga menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika, termasuk dana pendidikan 700 milar serta Otonomi Khusus (Otsus), yang dinilai seharusnya dapat lebih difokuskan untuk kepentingan pelajar lokal.

IMG 20260430 WA0143

Salah satu peserta aksi menyampaikan bahwa generasi muda, terutama OAP, perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kebijakan pendidikan. Mereka berharap anggaran yang besar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas.

Dalam tuntutannya, Solidaritas Pelajar Timika meminta Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kuota penerima beasiswa afirmasi dari 100 menjadi 500 orang. Mereka juga menekankan agar prioritas diberikan kepada pelajar OAP dari tujuh suku yang ada di Mimika.

Selain itu, para pelajar menyatakan apabila poin pertama tidak dijawab oleh Dinas Pendidikan, maka mereka akan melakukan pendataan terhadap pelajar angkatan 2026 untuk masuk ke setiap perguruan tinggi yang ada di Timika, Manokwari, Jayapura berdasarkan jurusan masing-masing, lalu meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika bertanggung jawab.

Dan apabila pada poin pertama dan kedua tidak terjawab, mereka mengusulkan pembangunan kampus bertaraf nasional di Mimika sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah tersebut.

Menanggapi aspirasi dari para pelajar tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun menyampaikan bahwa seluruh penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan dilakukan secara terbuka dan transparan.

Dari total anggaran sebesar Rp780 miliar, sekitar Rp400 miliar lebih dialokasikan untuk belanja pegawai, termasuk ASN dan guru kontrak. Sementara itu, lebih dari Rp300 miliar digunakan untuk belanja barang dan jasa.

“Tdak ada hal yang ditutup-tutupi dalam pengelolaan anggaran tersebut,” katanya.

Terkait aspirasi pelajar mengenai penambahan kuota afirmasi, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa hal tersebut telah dibahas dalam rapat. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera menyusun dan mengirimkan surat resmi kepada kementerian guna mengusulkan penambahan kuota afirmasi.

Menanggapi usulan apabila poin tersebut tidak terpenuhi, yakni pembangunan kampus negeri di Timika, disampaikan bahwa kewenangan pembangunan universitas negeri berada pada pemerintah Provinsi.

“Usulan tersebut dinilai sebagai masukan yang baik dan akan diteruskan kepada pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah. Saya berharap bersabar,” ujar Kadis Pendidikan.

Selain itu, kata Antonius bahwa Dinas Pendidikan juga telah melakukan diskusi dengan YPMAK untuk menyusun satu konsep dan formula bersama terkait pemberian beasiswa ke depan.

“Kita akan bahas itu. Nantinya, bantuan beasiswa akan memiliki kriteria yang jelas dan diselaraskan antara pemerintah dan YPMAK. Dengan demikian, tidak akan ada lagi perbedaan pilihan bagi pelajar, baik melalui YPMAK maupun Dinas Pendidikan,”kata Kadis Pendidikan.

Usai mendengarkan penjelasan secara detail dari Kadis Pendidikan, para pelajar pun membubarkan diri. Aksi demonstrasi berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawasan dari aparat keamanan. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sertijab Kepala Distrik, Bupati Johannes Rettob: Jangan Jadi “Pejabat Agustusan”

30 April 2026 - 05:22 WIB

IMG 20260430 WA0062

TKA di Kapiraya Sukses Digelar, Siswa SD Ikuti Ujian dengan Sistem Gabungan dan Dukungan Penuh Keamanan 

30 April 2026 - 04:55 WIB

IMG 20260430 135441

Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

30 April 2026 - 04:02 WIB

IMG 20260429 WA0021

Mesak Pakage Buka Sosialisasi Gemar Membaca Tingkat SD di Deiyai

30 April 2026 - 03:19 WIB

IMG 20260430 WA0008

Rekonsiliasi Iuran JKN, Kadinkes Deiyai Tekankan Jaminan Kesehatan untuk Masyarakat Kecil

30 April 2026 - 03:07 WIB

IMG 20260430 WA0000
Trending di Headline