NABIRE — Seminar dan forum diskusi bertajuk Penguatan Kebijakan Pendidikan dan Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang digelar di Auditorium RRI Nabire, Senin (20/4/2026), tidak hanya menjadi ruang refleksi, tetapi juga melahirkan komitmen untuk mendorong kebijakan strategis berbasis data.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan dihadiri anggota DPD RI perwakilan Papua Tengah Wilhelmus Pigai, pimpinan OPD, perwakilan kabupaten, Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan.

Staf Ahli DPD RI Papua Tengah, Laurens Ikinia, Mewakili Anggota DPD RI perwakilan Papua Tengah, bapak Wilhelmus Pigai, menjelaskan bahwa pemilihan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama bukan tanpa alasan. Kedua sektor tersebut dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban manusia.
“Pendidikan dan kesehatan menyangkut harkat dan martabat hidup manusia. Di manapun kita berada, dua sektor ini menjadi hal yang sangat fundamental,” ujarnya kepada awak media.
Fokus Komite III DPD RI pada Pendidikan dan Kesehatan
Ia menambahkan bahwa anggota DPD RI Wilhelmus Pigai saat ini berada di Komite III yang bermitra langsung dengan kementerian terkait, sehingga perhatian terhadap dua sektor tersebut menjadi prioritas.
“Kami mencoba menginvestigasi persoalan-persoalan fundamental di tanah Papua, khususnya Papua Tengah. Fokusnya adalah pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.
Melalui forum ini, pihaknya berharap lahir gagasan dan konsep kebijakan yang mampu menjawab tantangan nyata di lapangan, terutama dalam menyelamatkan generasi muda Papua.
Dorong Rekomendasi Kebijakan ke Pemerintah Pusat
Sebagai tindak lanjut, DPD RI akan menyusun rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat.
“Output dari kegiatan ini adalah kami akan menyiapkan rekomendasi kebijakan. Kata kuncinya ada tiga: komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi,” tegas Laurens juga sebagai Dosen UniversitasKristenIndonesia.
Pentingnya Data Akurat dalam Perumusan Kebijakan
Peneliti pusat kajian studi pasifik di program studi hubungan internasional di Universitas Kristen Indonesia ini menekankan bahwa salah satu persoalan utama di daerah adalah lemahnya validitas data, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan.
“Setiap kebijakan harus berbasis data yang valid dan akurat. Dengan data yang lengkap, kita bisa menentukan arah kebijakan yang tepat,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Soroti ‘Trilogi Killer’ bagi Generasi Muda Papua
Di sektor kesehatan, Laurens mengungkapkan adanya tiga persoalan besar yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda Papua, yang disebut sebagai “trilogi killer”.
“Yang pertama adalah penyebaran HIV/AIDS yang cukup tinggi, kedua peredaran narkoba, dan ketiga minuman keras. Ini tiga hal yang saling berkaitan dan menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
Menurutnya, ketiga persoalan tersebut harus ditangani secara terpadu karena berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.
Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab berbagai tantangan tersebut, termasuk memperkuat kapasitas kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan kebijakan yang lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan di Provinsi Papua Tengah.(MB)










