Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

SMP YPPGI Bomou Gelar Ujian Praktik Prakarya dan Seni Budaya Berbasis Nilai Lokal

Etty Welerbadge-check


					SMP YPPGI Bomou Gelar Ujian Praktik Prakarya dan Seni Budaya Berbasis Nilai Lokal Perbesar

DEIYAI — SMP YPPGI Bomou melaksanakan ujian praktik bagi siswa kelas III pada mata pelajaran Prakarya dan Seni Budaya, Jumat (17/4/2026), bertempat di halaman sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas III dengan pendampingan para guru.

Ujian praktik tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah SMP YPPGI Bomou, Yulian Pekei, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya sebagai warisan yang harus dijaga oleh generasi muda.

IMG 20260418 WA0018

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar ujian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami dan mempraktikkan budaya lokal, termasuk dalam hal memasak dan makan secara tradisional.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebersamaan serta memperkuat pemahaman siswa terhadap budaya yang dimiliki,” ujarnya.

Sementara itu, guru pengampu mata pelajaran Prakarya dan Seni Budaya, Penike Pakage, S.Pd., menjelaskan bahwa ujian praktik ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budaya secara mendalam melalui pengalaman langsung.

IMG 20260418 WA0016

“Dengan praktik ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat memahami, menghayati, dan menghargai budaya lokal sebagai bagian dari identitas mereka,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam empat kelompok dengan tema yang berbeda. Kelompok pertama mengangkat cerita adat Suku Mee, khususnya terkait penyelesaian konflik secara adat. Kelompok kedua membahas isu penebangan kayu bakar secara sembarangan serta solusi berbasis nilai budaya.

IMG 20260418 WA0019

Selanjutnya, kelompok ketiga menampilkan proses perkawinan adat Suku Mee, termasuk tahapan peminangan dan penentuan maskawin berupa uang adat (megee). Sementara kelompok keempat menampilkan drama kehidupan sehari-hari masyarakat Suku Mee, seperti proses pembuatan api secara tradisional menggunakan alat beko dan mamo dengan teknik tarik rotan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, kreativitas, dan kebersamaan. Melalui ujian praktik ini, siswa tidak hanya memperoleh penilaian akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Benda Diduga Bom di Gereja Kingmi Jaindapa, Koops TNI Habema: Itu Biji Besi Toki Lonceng 

5 Juni 2026 - 13:48 WIB

IMG 20260605 WA0127

Pemkab Mimika dan PKK Tanam 400 Pohon Kelor di Kampung Nawaripi

5 Juni 2026 - 13:45 WIB

IMG 20260605 WA0054

PTFI dan Pemkab Mimika Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dorong Aksi Nyata Jaga Bumi

5 Juni 2026 - 13:35 WIB

IMG 20260605 WA0035

Dinas Kesehatan Mimika Ajak Tokoh Masyarakat Dukung PHBS untuk Tekan Angka Penyakit

5 Juni 2026 - 13:19 WIB

IMG 20260604 WA0046

Kegiatan Padat Karya, Distrik Kwamki Narama Fokuskan Penyediaan Makanan Bergizi dan Penurunan Angka Stunting

5 Juni 2026 - 13:03 WIB

IMG 20260604 WA0039
Trending di Headline