DEIYAI — SMP YPPGI Bomou melaksanakan ujian praktik bagi siswa kelas III pada mata pelajaran Prakarya dan Seni Budaya, Jumat (17/4/2026), bertempat di halaman sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas III dengan pendampingan para guru.
Ujian praktik tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah SMP YPPGI Bomou, Yulian Pekei, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya sebagai warisan yang harus dijaga oleh generasi muda.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar ujian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami dan mempraktikkan budaya lokal, termasuk dalam hal memasak dan makan secara tradisional.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebersamaan serta memperkuat pemahaman siswa terhadap budaya yang dimiliki,” ujarnya.
Sementara itu, guru pengampu mata pelajaran Prakarya dan Seni Budaya, Penike Pakage, S.Pd., menjelaskan bahwa ujian praktik ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budaya secara mendalam melalui pengalaman langsung.

“Dengan praktik ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat memahami, menghayati, dan menghargai budaya lokal sebagai bagian dari identitas mereka,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam empat kelompok dengan tema yang berbeda. Kelompok pertama mengangkat cerita adat Suku Mee, khususnya terkait penyelesaian konflik secara adat. Kelompok kedua membahas isu penebangan kayu bakar secara sembarangan serta solusi berbasis nilai budaya.

Selanjutnya, kelompok ketiga menampilkan proses perkawinan adat Suku Mee, termasuk tahapan peminangan dan penentuan maskawin berupa uang adat (megee). Sementara kelompok keempat menampilkan drama kehidupan sehari-hari masyarakat Suku Mee, seperti proses pembuatan api secara tradisional menggunakan alat beko dan mamo dengan teknik tarik rotan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, kreativitas, dan kebersamaan. Melalui ujian praktik ini, siswa tidak hanya memperoleh penilaian akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa. (SK)









