Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

BGN Tutup Sementara 5 SPPG di Nabire, Pelayanan MBG Terhenti Dua Pekan

Etty Welerbadge-check


					BGN Tutup Sementara 5 SPPG di Nabire, Pelayanan MBG Terhenti Dua Pekan Perbesar

NABIRE — Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire akibat belum terpenuhinya standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sebagai upaya menjamin keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marcel Asyerem, membenarkan bahwa terdapat tujuh SPPG yang sempat ditutup, di mana lima di antaranya dihentikan operasionalnya karena fasilitas IPAL belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Adapun lima SPPG yang dinonaktifkan sementara tersebut meliputi:

* SPPG Sriwini 01⁰⁰0

* SPPG Nabire Nabarua Bukit Cenderawasih0

* SPPG Kalisusu 02

* SPPG Bumi Wonorejo 01

* SPPG Gerbang Sadu

“Penutupan ini dilakukan karena IPAL di dapur-dapur tersebut belum sesuai standar BGN. Ini langkah penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan bagi penerima manfaat MBG,” ujar Marcel Minggu, (12/4/2026).

 

Ia menjelaskan, dapur-dapur tersebut akan kembali beroperasi setelah proses perbaikan IPAL selesai dan lolos verifikasi dari BGN. Proses verifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sebelum dan sesudah perbaikan, yang kemudian dilaporkan ke BGN pusat untuk dianalisis lebih lanjut.

Menurutnya, progres perbaikan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen, dan diharapkan seluruh SPPG yang ditutup dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Namun demikian, penutupan ini berdampak pada terhentinya pelayanan MBG selama kurang lebih dua minggu. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh keterlambatan pengadaan material IPAL yang harus didatangkan dari luar Papua.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para siswa penerima manfaat MBG atas terhentinya pelayanan sementara ini. Kami mengutamakan aspek kebersihan dan kesehatan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tambahnya.

Selain itu, selama masa penutupan, tidak terdapat aktivitas transaksi keuangan di SPPG yang terdampak. Seluruh hak terkait operasional, termasuk keuangan, akan kembali berjalan setelah ada izin pembukaan dari BGN.

BGN menegaskan bahwa kebijakan penutupan sementara ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan dalam program nasional MBG di Kabupaten Nabire. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Benda Diduga Bom di Gereja Kingmi Jaindapa, Koops TNI Habema: Itu Biji Besi Toki Lonceng 

5 Juni 2026 - 13:48 WIB

IMG 20260605 WA0127

Pemkab Mimika dan PKK Tanam 400 Pohon Kelor di Kampung Nawaripi

5 Juni 2026 - 13:45 WIB

IMG 20260605 WA0054

PTFI dan Pemkab Mimika Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dorong Aksi Nyata Jaga Bumi

5 Juni 2026 - 13:35 WIB

IMG 20260605 WA0035

Dinas Kesehatan Mimika Ajak Tokoh Masyarakat Dukung PHBS untuk Tekan Angka Penyakit

5 Juni 2026 - 13:19 WIB

IMG 20260604 WA0046

Kegiatan Padat Karya, Distrik Kwamki Narama Fokuskan Penyediaan Makanan Bergizi dan Penurunan Angka Stunting

5 Juni 2026 - 13:03 WIB

IMG 20260604 WA0039
Trending di Headline