Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

BGN Tutup Sementara 5 SPPG di Nabire, Pelayanan MBG Terhenti Dua Pekan

Etty Welerbadge-check


					BGN Tutup Sementara 5 SPPG di Nabire, Pelayanan MBG Terhenti Dua Pekan Perbesar

NABIRE — Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire akibat belum terpenuhinya standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sebagai upaya menjamin keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marcel Asyerem, membenarkan bahwa terdapat tujuh SPPG yang sempat ditutup, di mana lima di antaranya dihentikan operasionalnya karena fasilitas IPAL belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Adapun lima SPPG yang dinonaktifkan sementara tersebut meliputi:

* SPPG Sriwini 01⁰⁰0

* SPPG Nabire Nabarua Bukit Cenderawasih0

* SPPG Kalisusu 02

* SPPG Bumi Wonorejo 01

* SPPG Gerbang Sadu

“Penutupan ini dilakukan karena IPAL di dapur-dapur tersebut belum sesuai standar BGN. Ini langkah penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan bagi penerima manfaat MBG,” ujar Marcel Minggu, (12/4/2026).

 

Ia menjelaskan, dapur-dapur tersebut akan kembali beroperasi setelah proses perbaikan IPAL selesai dan lolos verifikasi dari BGN. Proses verifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sebelum dan sesudah perbaikan, yang kemudian dilaporkan ke BGN pusat untuk dianalisis lebih lanjut.

Menurutnya, progres perbaikan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen, dan diharapkan seluruh SPPG yang ditutup dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Namun demikian, penutupan ini berdampak pada terhentinya pelayanan MBG selama kurang lebih dua minggu. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh keterlambatan pengadaan material IPAL yang harus didatangkan dari luar Papua.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para siswa penerima manfaat MBG atas terhentinya pelayanan sementara ini. Kami mengutamakan aspek kebersihan dan kesehatan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tambahnya.

Selain itu, selama masa penutupan, tidak terdapat aktivitas transaksi keuangan di SPPG yang terdampak. Seluruh hak terkait operasional, termasuk keuangan, akan kembali berjalan setelah ada izin pembukaan dari BGN.

BGN menegaskan bahwa kebijakan penutupan sementara ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan dalam program nasional MBG di Kabupaten Nabire. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

John Gobai Ingatkan Kepala Suku Papua: Jangan Lagi Berikan Marga dan Gelar Adat Sembarangan

21 September 2026 - 10:18 WIB

IMG 20260921 WA0023

John Gobai: Perdasus OAP Nomor 14 Tahun 2026 Akan Dibahas untuk Direvisi

21 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260921 WA0022

DPR Papua Tengah Imbau OAP Manfaatkan Layanan Kesehatan di 5 Klinik dan 8 RSUD Yang Didukung Dana OTSUS 

21 September 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260921 WA0019

TNI Hadir Bersama Rakyat, Lanal Timika Gelar Bakti Sosial di Kampung Nawaripi

21 September 2026 - 09:38 WIB

IMG 20260921 183711

Personel Polres Mimika Raih Kompolnas Awards 2026, Dedikasi di Wilayah Konflik Berbuah Penghargaan

21 September 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260921 182730
Trending di Headline