Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

BGN Tutup Sementara 5 SPPG di Nabire, Pelayanan MBG Terhenti Dua Pekan

Etty Welerbadge-check


					BGN Tutup Sementara 5 SPPG di Nabire, Pelayanan MBG Terhenti Dua Pekan Perbesar

NABIRE — Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire akibat belum terpenuhinya standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sebagai upaya menjamin keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marcel Asyerem, membenarkan bahwa terdapat tujuh SPPG yang sempat ditutup, di mana lima di antaranya dihentikan operasionalnya karena fasilitas IPAL belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Adapun lima SPPG yang dinonaktifkan sementara tersebut meliputi:

* SPPG Sriwini 01⁰⁰0

* SPPG Nabire Nabarua Bukit Cenderawasih0

* SPPG Kalisusu 02

* SPPG Bumi Wonorejo 01

* SPPG Gerbang Sadu

“Penutupan ini dilakukan karena IPAL di dapur-dapur tersebut belum sesuai standar BGN. Ini langkah penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan bagi penerima manfaat MBG,” ujar Marcel Minggu, (12/4/2026).

 

Ia menjelaskan, dapur-dapur tersebut akan kembali beroperasi setelah proses perbaikan IPAL selesai dan lolos verifikasi dari BGN. Proses verifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sebelum dan sesudah perbaikan, yang kemudian dilaporkan ke BGN pusat untuk dianalisis lebih lanjut.

Menurutnya, progres perbaikan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen, dan diharapkan seluruh SPPG yang ditutup dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Namun demikian, penutupan ini berdampak pada terhentinya pelayanan MBG selama kurang lebih dua minggu. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh keterlambatan pengadaan material IPAL yang harus didatangkan dari luar Papua.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para siswa penerima manfaat MBG atas terhentinya pelayanan sementara ini. Kami mengutamakan aspek kebersihan dan kesehatan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tambahnya.

Selain itu, selama masa penutupan, tidak terdapat aktivitas transaksi keuangan di SPPG yang terdampak. Seluruh hak terkait operasional, termasuk keuangan, akan kembali berjalan setelah ada izin pembukaan dari BGN.

BGN menegaskan bahwa kebijakan penutupan sementara ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan dalam program nasional MBG di Kabupaten Nabire. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News