Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Pemda Mimika Komitmen Hapus Kesenjangan Sekolah Negeri dan Swasta

Etty Welerbadge-check


					Pemda Mimika Komitmen Hapus Kesenjangan Sekolah Negeri dan Swasta Perbesar

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen menghapus perbedaan dan kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta mulai tahun ini.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika, Petrus Cahyono Balubun yang menyebut Kepala Dinas Pendidikan telah sepakat memberikan perhatian yang setara bagi seluruh sekolah.

“Kami berkomitmen tidak ada lagi perbedaan antara sekolah negeri dan swasta. Semua akan berjalan bersama dengan perhatian yang sama,” ujar Petrus saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, arah pembangunan pendidikan ke depan juga diselaraskan dengan visi dan misi Bupati Mimika, yakni pembangunan yang dimulai dari kampung. Fokus tersebut akan mulai diperkuat pada tahun 2027.

Menurutnya, perhatian khusus akan diberikan pada wilayah pesisir, termasuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK).

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengalokasikan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk mendukung pendidikan, termasuk bantuan kepada lima yayasan pendidikan di Mimika. Bantuan tersebut mencakup dukungan bagi siswa asli daerah, khususnya dari suku Amungme dan Kamoro, dalam bentuk dana pendidikan.

Petrus menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan kepada sekolah yayasan dilakukan melalui sistem hibah. Prosesnya diawali dengan pengajuan proposal oleh pihak yayasan kepada Bupati, yang kemudian didisposisikan ke dinas terkait untuk dimasukkan dalam anggaran.

“Karena sistemnya hibah, maka yayasan harus mengajukan proposal, kemudian diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

Selain pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas. Pemerintah berencana melakukan pemerataan distribusi guru kontrak, termasuk ke sekolah-sekolah yayasan di wilayah pesisir.

Tidak menutup kemungkinan, penugasan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) juga akan dilakukan untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar di sekolah swasta, meski kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian.

“Jika kebutuhan guru di sekolah negeri sudah terpenuhi, maka akan dipertimbangkan untuk dialihkan ke sekolah swasta,” pungkasnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPM PTSP Mimika Sosialisasikan PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang OSS Berbasis Risiko

12 Juni 2026 - 14:45 WIB

IMG 20260612 WA0025

Tragedi Kemburu Berdarah: Kematian Bocah Aliko Walia dan Nestapa Anak Korban Operasi Militer di Puncak Resmi Diadukan ke KPAI Indonesia

12 Juni 2026 - 14:35 WIB

IMG 20260612 WA0023

Tragedi ‘Kemburu Berdarah’: Satgas Habema Diduga Bantai Perempuan dan Anak, Koalisi Sipil Mengadu ke PGI

12 Juni 2026 - 14:28 WIB

IMG 20260612 WA0026

Polsek Tembagapura Sulap Honai Jadi Kelas Demi Bebaskan Anak-Anak Pedalaman Mimika Dari Buta Aksara

12 Juni 2026 - 14:18 WIB

IMG 20260612 WA0020

Modus Lewat Kargo Udara, Penyelundupan Miras ke Ilaga Digagalkan di Bandara Mozes Kilangin

12 Juni 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260612 WA0018
Trending di Headline