TIMIKA – Masyarakat Kampung Atuka pada khususnya dan suku Kamoro pada umumnya, menunjukkan antusiasme tinggi atas peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KMPD) yang dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, Kamis (9/4/2026) kemarin.
Koperasi tersebut bahkan direncanakan menjadi percontohan (pilot project) nasional dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.
Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK) Kabupaten Mimika, Rafael Taorekeyau, menyambut baik pembangunan KMPD di Atuka. Ia menilai kehadiran koperasi ini harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.
“Ini sangat penting, mengingat perputaran ekonomi di wilayah pesisir masih cukup memprihatinkan. Dengan adanya KMPD, diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Rafael berharap program KMPD tidak hanya berjalan semangat di awal, tetapi dapat berkelanjutan dan terus berkembang hingga menjangkau masyarakat di wilayah pelosok.
Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan koperasi, sehingga masyarakat setempat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam kegiatan ekonomi.
“Dalam struktur koperasi harus melibatkan anak-anak daerah. Manfaatkan sumber daya manusia lokal agar mereka bisa menjadi tuan di atas tanahnya sendiri,” tegasnya.
Selain itu, Rafael mengingatkan agar kebijakan harga yang diterapkan di wilayah pesisir tidak disamakan dengan harga di perkotaan, sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi menyediakan bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus mampu menampung hasil produksi masyarakat, terutama nelayan yang menjadi mata pencaharian utama warga pesisir.
“Koperasi ini jangan hanya semangat di awal saja, tetapi harus terus berjalan. Kalau bisa, ke depan dibangun juga di setiap ibu kota distrik di wilayah pesisir,” harapnya. (Cr2)







