Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Pimpin Apel Gabungan Diakhir Maret 2026, Bupati Tegaskan Mutasi ASN Transparan dan Diawasi Langsung Oleh BKN 

Etty Welerbadge-check


					Pimpin Apel Gabungan Diakhir Maret 2026, Bupati Tegaskan Mutasi ASN Transparan dan Diawasi Langsung Oleh BKN  Perbesar

TIMIKA – Cuti bersama dalam rangka hari raya Nyepi, Idul Fitri bagi ASN Lingkup Pemkab Mimika telah berakhir. Bupati Mimika Johannes Rettob pimpin apel gabungan di Halaman Kantor Puspem Kabupaten Mimika, Distrik Kuala Kencana, Provinsi Papua Tengah, Senin (30/3/2026).

IMG 20260330 WA0076

Pasca pelaksanaan pengangkatan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, Bupati, Johannes Rettob memberikan tanggapan tegas terkait berbagai kritik yang muncul, khususnya yang ditujukan kepada BKPSDM.

Johannes menegaskan bahwa seluruh proses pengusulan hingga penetapan jabatan berada langsung di bawah kendalinya dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun dalam pengambilan keputusan tersebut.

“Bupati tidak bisa diintervensi oleh siapa pun. Akun dari BKN saya pegang sendiri, jadi saya usulkan dan kirimkan nama-nama ke BKPSDM supaya mereka input di sistem, dan saya cek dulu sebelum upload,” kata Johannes Rettob saat memimpin apel gabungan di Puspem, Senin (30/03/2026).

Bupati menjelaskan, setiap usulan yang dikirim ke sistem akan mendapatkan tiga jawaban yaitu, direkomendasikan, tidak direkomendasikan, atau tidak dapat diproses. Jawaban tersebut masuk ke akun BKN yang oleh bupati sendiri. Hasil tersebut kemudian dikembalikan ke BKPSDM untuk ditindaklanjuti.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah kendala yang muncul lebih banyak disebabkan oleh ketidaksesuaian data dalam sistem MyASN, seperti riwayat karier yang tidak sesuai atau pangkat sebelumnya yang belum diunggah.

“Bapak/Ibu, jangan curiga, semua itu ada di tangan saya, hasilnya itu saya diskusi dengan wakil bupati, kemudian kita usulkan melalui BKPSDM. Tetapi sebelumnya harus dikirim ke akun saya dulu. Kalau benar saya upload, kalau salah saya suruh ganti,” terangnya.

Di kesempatan yang sama, ia menegaskan, bahwa semua keputusan diambil bersama dengan wakil bupati. Sehingga menurutnya, terkait aksi unjuk rasa yang sempat terjadi, ia menilai adanya indikasi upaya provokasi yang bertujuan memecah hubungan antara dirinya dan Wakil Bupati.

“Ada kemarin unjuk-unjuk rasa dilakukan itu niatnya kurang bagus itu. Niatnya untuk memecah belah saya dengan bupati, seakan-akan semua keputusan itu saya dan wakil bupati tidak tahu apa-apa,” ucapnya.

Menurutnya, apa yang terjadi adalah pola lama, kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu yang disebutnya sebagai pemain lama atau orang-orang lama. Ia mengaku sudah mengantongi beberapa nama.

“Ini pemain-pemain lama yang biasa kasih perang bupati sama wakil. Saya yakin pasti ada dan mungkin ada di antara kamu. Mudah-mudahan tidak, mudah-mudahan di luar kalian. Tapi saya sudah curiga ada beberapa nama yang saya dapat, hati-hati. Pemain-pemain lama, biasa. Mungkin istilahnya belum move on,” pungkasnya,” (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejarah Baru Di Paniai: DPD I KNPI Papua Tengah Gelar Pelantikan Dan Rakerda Perdana 

25 Agustus 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260825 WA0010

Kasus Penganiayaan di Depan Pondok Amor, Polisi Masih Dalami Pelaku

25 Agustus 2026 - 10:12 WIB

IMG 20260825 WA0006

Pasca Evakuasi Nakes, Polisi Siapkan Koordinasi untuk Bantu Warga Jila

25 Agustus 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260825 WA0007

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Dekatkan Polisi dengan Warga Muara Puncak Jaya

25 Agustus 2026 - 09:51 WIB

IMG 20260825 WA0004

Penyanderaan Warga Sipil di Jila Dikecam, Yeri Hamadi: Jangan Jadikan Rakyat Korban Konflik

25 Agustus 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260825 WA0002
Trending di Headline