Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Potensi Konflik Mencuat di Gamei KM 74 Nabire, Warga Desak Pemekaran Kampung

Etty Welerbadge-check


					Potensi Konflik Mencuat di Gamei KM 74 Nabire, Warga Desak Pemekaran Kampung Perbesar

Nabire – Potensi konflik horizontal di wilayah Kampung Gamei KM 74, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai mencuat menyusul adanya indikasi kandungan emas di kawasan tersebut.

Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, termasuk melakukan pemekaran kampung, guna mengantisipasi gejolak sosial yang berpotensi terjadi.

Kekhawatiran utama muncul terkait kemungkinan masuknya pendatang dalam jumlah besar untuk mengakses sumber daya emas, yang dinilai dapat memicu konflik antara masyarakat asli Papua dan kelompok pendatang.

Yakobus Tagi, intelektual SIMAPITOWA, menilai potensi konflik tersebut harus diantisipasi sejak dini melalui langkah administratif dan penguatan tata kelola wilayah.

“Jika tidak segera diambil langkah, masyarakat dari berbagai kelompok bisa berdatangan ke wilayah Gamei KM 74 karena potensi emas yang besar. Ini berisiko menimbulkan konflik horizontal,” ujarnya dalam keterangan kepada media, Jumat (27/3/2026).

Menurut Yakobus, pemekaran kampung menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontrol pemerintah dan masyarakat adat terhadap wilayah tersebut, sekaligus mencegah masuknya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia juga mengingatkan adanya potensi masuknya perusahaan ilegal yang dapat melakukan aktivitas tanpa sepengetahuan otoritas adat maupun pemerintah daerah.

“Perusahaan ilegal bisa saja masuk tanpa diketahui kepala suku, dinas kehutanan, dinas lingkungan hidup, maupun pemerintah daerah. Ini yang harus diantisipasi sejak sekarang,” katanya.

Penataan Internal Mulai Dilakukan

Di tengah meningkatnya kekhawatiran, masyarakat setempat disebut telah mulai melakukan penataan wilayah secara internal. Hal ini ditandai dengan pembentukan lima rukun tetangga (RT), yakni:

* RT 1 Kali Buaya
* RT 2 Wagauwo
* RT 3 Bintang Timur 74
* RT 4 64
* RT 5 Enam Dua

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kesiapan awal masyarakat dalam menghadapi dinamika yang berkembang, khususnya terkait potensi eksploitasi sumber daya alam.

Selain itu, masyarakat adat bersama pihak terkait, termasuk SIMAPITOWA dan pemerintah daerah melalui bagian tata pemerintahan (Tapem), didorong segera melakukan sosialisasi kepada warga. Tujuannya untuk memperkuat pemahaman bersama terkait pengelolaan wilayah dan potensi sumber daya emas.

Desakan pemekaran Kampung Gamei KM 74 kini menjadi sorotan sebagai langkah preventif untuk meredam potensi konflik sosial akibat perebutan sumber daya alam.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret, baik melalui kebijakan administratif maupun penguatan pengawasan, sebelum situasi berkembang menjadi konflik terbuka di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana pemekaran maupun langkah penanganan di wilayah tersebut.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News