Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Penembakan Terjadi di Area Grasberg PT Freeport, Polisi Masih Dalami Pelaku

Etty Welerbadge-check


					Penembakan Terjadi di Area Grasberg PT Freeport, Polisi Masih Dalami Pelaku Perbesar

NABIRE – Aksi penembakan terjadi di wilayah operasional PT Freeport Indonesia di area Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, belum lama ini.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, insiden tersebut menyasar tiga orang karyawan perusahaan tambang tersebut. Dari tiga korban, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kapolda Papua Tengah Jermias Rontini mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pelaku penembakan.

“Kita masih mohon waktu karena saat ini masih dilakukan pendalaman. Di Timika sendiri ada banyak kelompok bersenjata, sehingga kita belum bisa mengidentifikasi secara pasti pelakunya,” kata Rontini kepada awak media usai menghadiri apel pasukan Operasi Ketupat Noken 2026 di Nabire, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kelompok mana yang berada di balik insiden tersebut.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah aksi penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok tertentu.

“Saya tidak bisa langsung menjawab seperti itu karena masih dalam proses pendalaman. Bisa saja kelompok yang selama ini sudah ada atau mungkin ada kelompok baru yang muncul,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pola pengamanan di wilayah operasional perusahaan tambang tersebut, Kapolda memastikan sistem pengamanan tetap berjalan namun akan ditingkatkan.

Menurutnya, peningkatan pengamanan dilakukan dengan menambah intensitas patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan.

“Pola pengamanan tetap sama, hanya intensitasnya yang ditingkatkan. Patroli akan diperkuat di titik-titik yang dianggap rawan,” jelasnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga meminta manajemen perusahaan untuk memperkuat dukungan teknologi keamanan, termasuk pemasangan kamera pengawas di beberapa lokasi strategis.

“Kami juga arahkan manajemen untuk memperkuat dukungan teknologi seperti CCTV di titik-titik yang dianggap perlu untuk meningkatkan pengamanan,” tambahnya.

Kapolda menegaskan pihaknya akan segera menyampaikan hasil penyelidikan kepada publik setelah proses identifikasi terhadap pelaku penembakan selesai dilakukan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041

Pendulang di Landfill Mile 38 Diminta Pindahkan Camp, Batas Waktu 29 September

22 September 2026 - 09:18 WIB

IMG 20260922 WA0040
Trending di Headline