Menu ✖

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN

Headline

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

Etty Welerbadge-check


					September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen Perbesar

TIMIKA – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika tahun anggaran 2026 hingga September masih rendah.

Realisasi fisik baru mencapai sekitar 52 persen, sementara penyerapan keuangan berada di kisaran 48 persen.

Kepala Bappeda Kabupaten Mimika, Septinus Timang, mengatakan lambatnya penyerapan tahun ini dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya perubahan harga barang yang menurutnya turut terdampak kondisi ekonomi global.

Menurut Septinus, pemerintah daerah juga perlu melakukan penyesuaian terhadap Standar Satuan Harga (SSH) agar lebih sesuai dengan harga dan kebutuhan riil di lapangan.

Selain persoalan harga, perubahan struktur birokrasi juga disebut mempengaruhi pelaksanaan program. Sebagian besar kepala organisasi perangkat daerah (OPD) baru dilantik pada pertengahan Maret 2026.

Kondisi itu membuat pejabat baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi, mempelajari aturan serta memahami program dan anggaran yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

“Kita sedikit lambatnya di situ. Kemudian rata-rata kepala dinas baru, mereka sedikit hati-hati, mereka juga harus baca aturan-aturan, penyesuaianlah. Itu kan risikonya tinggi,” kata Septinus, Senin (21/9/2026).

Kata Septinus, rendahnya serapan APBD adalah hal yang berulang-ulang. Pemerintah daerah perlu mencari pola penanganan yang lebih baik agar pelaksanaan APBD tidak kembali menumpuk pada akhir tahun..

Septinus mengatakan evaluasi terhadap pola pelaksanaan anggaran akan menjadi perhatian untuk APBD induk 2027.

Seluruh kepala OPD nantinya akan dipanggil untuk mempresentasikan program sekaligus target pelaksanaan anggaran masing-masing. Mereka juga diminta menandatangani komitmen sebagai bentuk keseriusan dalam merealisasikan program dan anggaran yang telah ditetapkan.

“Seperti yang disampaikan Bupati, kita panggil kepala-kepala OPD, kita undang untuk presentasi. Kita meminta mereka punya komitmen,” ucapnya. .

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kondisi ketika alokasi anggaran cukup besar, tetapi realisasinya masih rendah hingga mendekati akhir tahun.

Dengan demikian, pemerintah bisa memastikan perencanaan, pengadaan, pelaksanaan program, dan pengawasan berjalan tepat waktu sepanjang tahun anggaran. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Budaya Mimika Hidupkan Kembali Warisan Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026 - 13:10 WIB

IMG 20261005 WA0038

Uskup Hilarion Ajak Umat Katolik di Fakfak Jaga Lingkungan dan Hindari Pembakaran Sembarangan

5 Oktober 2026 - 13:05 WIB

IMG 20261005 WA0035

OTK Bersenjata Parang dan Pisau Serang Pasutri di Paniai, Polisi Buru Pelaku

5 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261005 WA0032

Sopir Kadis Dukcapil Dogiyai Dibacok OTK, Polisi Kejar Pelaku

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261005 WA0030

HUT ke-81 TNI, Dandim Mimika Tekankan Disiplin, Netralitas dan Kepedulian

5 Oktober 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261005 WA0029
Trending di Headline