Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

Headline

Tim Harmonisasi Deiyai Serap Aspirasi Warga Mogodagi Pasca-Konflik

Etty Welerbadge-check


					Tim Harmonisasi Deiyai Serap Aspirasi Warga Mogodagi Pasca-Konflik Perbesar

DEIYAI – Tim Harmonisasi dan Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Deiyai melakukan kunjungan kerja ke Kampung Mogodagi, Distrik Kapiraya, pada 10-11 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pendataan menyeluruh serta menyerap aspirasi masyarakat terkait konflik antara Suku Mee dan Suku Kamoro yang terjadi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan instruksi Bupati Deiyai dan Gubernur Papua Tengah, tim memfokuskan kegiatan pada pengumpulan data primer, termasuk meninjau langsung lokasi pembakaran Pdt. Neles Peuki. Langkah ini diambil guna memastikan kebijakan yang akan diambil tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

IMG 20260311 WA0018

Pada hari pertama (10/03), tim melakukan pendataan dampak materiil dan non-materiil yang dialami warga. Memasuki hari kedua (11/03), suasana dialogis terbangun saat Tim Harmonisasi Deiyai bersama Tim Harmonisasi Kabupaten Dogiyai menggelar pertemuan dengan warga di Kampung Mogodagi.

Kepala Suku Mee Distrik Kapiraya, Mesak Edowai, S.I.Kom, bersama perwakilan adat Yusak Peuki, menyampaikan beberapa poin krusial kepada tim:

1. Penegakan Hukum: Mendesak penyelidikan tuntas atas kasus pembakaran Pdt. Neles Peuki.

2. Kepastian Tapal Batas: Menegaskan bahwa kesepakatan adat mengenai titik koordinat batas wilayah telah ditetapkan dan harus dihormati.
3. Langkah Tegas Pemerintah: Meminta Provinsi Papua Tengah segera mengambil tindakan berdasarkan hukum adat yang berlaku turun-temurun.

4. Aksesibilitas: Memohon pembukaan transportasi udara guna memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga ke Ibu Kota Deiyai.

IMG 20260311 WA0019

Ketua Tim Harmonisasi Deiyai, Ernes Kotouki, SE, menegaskan bahwa seluruh data dan aspirasi ini akan menjadi acuan utama bagi Pemerintah Provinsi.

“Kehadiran kami adalah untuk memastikan suara masyarakat menjadi dasar tindak lanjut, sesuai dengan semangat Deklarasi Provinsi Papua Tengah di Timika pada 28 Februari lalu,” ujarnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

18 Juni 2026 - 12:32 WIB

IMG 20260617 WA0001

Pemkab Deiyai Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran DAK dari KPPN Nabire

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260618 WA0014

Kapolres Nabire Tegaskan Penimbun BBM Akan Diproses Hukum

18 Juni 2026 - 12:23 WIB

IMG 20260618 WA0013

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Nabire Aman Hingga Empat Minggu 

18 Juni 2026 - 12:20 WIB

IMG 20260618 WA0011

Pemkab Nabire Beri Waktu Sebulan: Kendaraan Pelat Luar Wajib Mutasi, BBM Subsidi dan Pajak Jadi Alasan Utama

18 Juni 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260618 WA0009
Trending di Headline