Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Tim Harmonisasi Deiyai Serap Aspirasi Warga Mogodagi Pasca-Konflik

Etty Welerbadge-check


					Tim Harmonisasi Deiyai Serap Aspirasi Warga Mogodagi Pasca-Konflik Perbesar

DEIYAI – Tim Harmonisasi dan Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Deiyai melakukan kunjungan kerja ke Kampung Mogodagi, Distrik Kapiraya, pada 10-11 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pendataan menyeluruh serta menyerap aspirasi masyarakat terkait konflik antara Suku Mee dan Suku Kamoro yang terjadi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan instruksi Bupati Deiyai dan Gubernur Papua Tengah, tim memfokuskan kegiatan pada pengumpulan data primer, termasuk meninjau langsung lokasi pembakaran Pdt. Neles Peuki. Langkah ini diambil guna memastikan kebijakan yang akan diambil tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

IMG 20260311 WA0018

Pada hari pertama (10/03), tim melakukan pendataan dampak materiil dan non-materiil yang dialami warga. Memasuki hari kedua (11/03), suasana dialogis terbangun saat Tim Harmonisasi Deiyai bersama Tim Harmonisasi Kabupaten Dogiyai menggelar pertemuan dengan warga di Kampung Mogodagi.

Kepala Suku Mee Distrik Kapiraya, Mesak Edowai, S.I.Kom, bersama perwakilan adat Yusak Peuki, menyampaikan beberapa poin krusial kepada tim:

1. Penegakan Hukum: Mendesak penyelidikan tuntas atas kasus pembakaran Pdt. Neles Peuki.

2. Kepastian Tapal Batas: Menegaskan bahwa kesepakatan adat mengenai titik koordinat batas wilayah telah ditetapkan dan harus dihormati.
3. Langkah Tegas Pemerintah: Meminta Provinsi Papua Tengah segera mengambil tindakan berdasarkan hukum adat yang berlaku turun-temurun.

4. Aksesibilitas: Memohon pembukaan transportasi udara guna memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga ke Ibu Kota Deiyai.

IMG 20260311 WA0019

Ketua Tim Harmonisasi Deiyai, Ernes Kotouki, SE, menegaskan bahwa seluruh data dan aspirasi ini akan menjadi acuan utama bagi Pemerintah Provinsi.

“Kehadiran kami adalah untuk memastikan suara masyarakat menjadi dasar tindak lanjut, sesuai dengan semangat Deklarasi Provinsi Papua Tengah di Timika pada 28 Februari lalu,” ujarnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Pelayanan hingga Wilayah Distrik, Kapolres Mimika Berkunjung ke Agimuga

6 November 2026 - 05:31 WIB

IMG 20261106 143115

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529
Trending di Hukrim