TIMIKA – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto ke depan akan diperluas hingga menjangkau wilayah pesisir dan pegunungan di Kabupaten Mimika.
Hal tersebut disampaikan Emanuel Kemong kepada wartawan saat ditemui di Horison Diana Hotel, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, saat ini program MBG di Kabupaten Mimika masih difokuskan bagi siswa yang berada di wilayah perkotaan, sementara sekolah di daerah pesisir dan pegunungan belum sepenuhnya terjangkau.
“Program ini ke depan harus melebar. Saat ini MBG masih berputar di wilayah kota saja. Kita belum sampai ke pesisir maupun pegunungan. Setelah kita pastikan dulu pelaksanaannya di kota berjalan baik, baru kita bergerak untuk menyiapkan penyediaan SPPG dan kemudian meninjau penerapan program di wilayah pesisir dan pegunungan,” ujar Kemong.
Emanuel yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Mimika mengatakan, pelaksanaan program MBG di wilayah pesisir dan pedalaman nantinya akan diupayakan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal.
Ia menjelaskan, bahan pangan yang tersedia di daerah setempat akan diolah menjadi menu makanan bergizi sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
“Kita berusaha agar di wilayah pesisir dan pedalaman memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di daerah sendiri. Jadi pangan lokal akan diolah sedemikian rupa agar bermanfaat dan tetap memenuhi standar gizi yang diterapkan,” katanya.
Sebelum memperluas program ke wilayah pesisir dan pegunungan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di wilayah kota. Evaluasi tersebut meliputi skema penyediaan makanan, standar gizi, respons siswa, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat di sekolah.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memantau langsung operasional 18 dapur MBG serta penerima manfaat setelah perayaan Idul Fitri.
Emanuel menegaskan, pemantauan ke sekolah dilakukan untuk memastikan program benar-benar menyasar siswa yang membutuhkan.
“Kalau ada sekolah yang sebagian besar orang tuanya mampu membiayai kebutuhan anak, sementara ada sekolah lain yang belum mendapat MBG, tentu sayang sekali. Program ini bisa dialihkan ke sekolah yang lebih membutuhkan, tetapi tentu harus melalui kesepakatan bersama,” ujarnya. (Etty)








