Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Mesak Edowai Sesalkan Penghadangan Terhadap Tim Harmonisasi Deiyai di Lokpong 

Etty Welerbadge-check


					Mesak Edowai Sesalkan Penghadangan Terhadap Tim Harmonisasi Deiyai di Lokpong  Perbesar

DEIYAI – Penghadangan terhadap Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai terjadi pada Selasa (2/3/2026) sekitar pukul 09.23 WIT di wilayah Lokpon, Kapiraya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Tim Harmonisasi yang menggunakan dua perahu, termasuk Perahu Camar Papua 8, berangkat untuk melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro guna membahas konflik sosial di Kapiraya. Dalam rombongan tersebut turut hadir Ketua Tim Harmonisasi, Kepala Suku Besar Papua Tengah Melkias Muyapa, S.IP, perwakilan Kepala Suku Besar Deiyai, Kepala Suku Distrik Kapiraya Mesak Edowai, 10 anggota kepolisian, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sebelum tiba di tanjung pertama, terdengar tembakan peringatan dari anggota pengamanan (PAM) di Kampung Kapiraya yang meminta tim menghentikan perjalanan dan tidak memasuki wilayah tersebut. Tidak lama kemudian, rombongan dihadang oleh oknum masyarakat  dan dikejar hingga ke tanjung.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Suku Distrik Kapiraya Mesak Edowai menyatakan kekecewaannya. Ia menilai tindakan itu tidak menghargai hasil Rapat Koordinasi dan Harmonisasi Penanganan Konflik Sosial Kapiraya yang digelar pada 25 Februari 2026 di Hotel Grand Tembaga, Timika, yang melibatkan pemerintah daerah dan tim provinsi.

Mesak Edowai menduga adanya provokasi dari oknum tertentu. Ia juga meminta pemerintah, khususnya Bupati Mimika, untuk menjamin keamanan masyarakat agar konflik batas tanah adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro tidak semakin meluas.

Ia menegaskan bahwa penetapan batas adat merupakan kewenangan kedua suku, sedangkan pemerintah bertugas memediasi dan menjaga keamanan. Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Suku Mee telah mengalami kerugian, termasuk korban jiwa dan kerusakan kampung, namun tetap menahan diri demi menghormati pemerintah dan aparat keamanan.

Mesak Edowai berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengutamakan dialog demi terciptanya situasi yang aman dan damai di Kapiraya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat

19 Juni 2026 - 05:07 WIB

831438440772

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

18 Juni 2026 - 12:32 WIB

IMG 20260617 WA0001

Pemkab Deiyai Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran DAK dari KPPN Nabire

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260618 WA0014

Kapolres Nabire Tegaskan Penimbun BBM Akan Diproses Hukum

18 Juni 2026 - 12:23 WIB

IMG 20260618 WA0013

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Nabire Aman Hingga Empat Minggu 

18 Juni 2026 - 12:20 WIB

IMG 20260618 WA0011
Trending di Headline