Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Mesak Edowai Sesalkan Penghadangan Terhadap Tim Harmonisasi Deiyai di Lokpong 

Etty Welerbadge-check


					Mesak Edowai Sesalkan Penghadangan Terhadap Tim Harmonisasi Deiyai di Lokpong  Perbesar

DEIYAI – Penghadangan terhadap Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai terjadi pada Selasa (2/3/2026) sekitar pukul 09.23 WIT di wilayah Lokpon, Kapiraya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Tim Harmonisasi yang menggunakan dua perahu, termasuk Perahu Camar Papua 8, berangkat untuk melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro guna membahas konflik sosial di Kapiraya. Dalam rombongan tersebut turut hadir Ketua Tim Harmonisasi, Kepala Suku Besar Papua Tengah Melkias Muyapa, S.IP, perwakilan Kepala Suku Besar Deiyai, Kepala Suku Distrik Kapiraya Mesak Edowai, 10 anggota kepolisian, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sebelum tiba di tanjung pertama, terdengar tembakan peringatan dari anggota pengamanan (PAM) di Kampung Kapiraya yang meminta tim menghentikan perjalanan dan tidak memasuki wilayah tersebut. Tidak lama kemudian, rombongan dihadang oleh oknum masyarakat  dan dikejar hingga ke tanjung.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Suku Distrik Kapiraya Mesak Edowai menyatakan kekecewaannya. Ia menilai tindakan itu tidak menghargai hasil Rapat Koordinasi dan Harmonisasi Penanganan Konflik Sosial Kapiraya yang digelar pada 25 Februari 2026 di Hotel Grand Tembaga, Timika, yang melibatkan pemerintah daerah dan tim provinsi.

Mesak Edowai menduga adanya provokasi dari oknum tertentu. Ia juga meminta pemerintah, khususnya Bupati Mimika, untuk menjamin keamanan masyarakat agar konflik batas tanah adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro tidak semakin meluas.

Ia menegaskan bahwa penetapan batas adat merupakan kewenangan kedua suku, sedangkan pemerintah bertugas memediasi dan menjaga keamanan. Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Suku Mee telah mengalami kerugian, termasuk korban jiwa dan kerusakan kampung, namun tetap menahan diri demi menghormati pemerintah dan aparat keamanan.

Mesak Edowai berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengutamakan dialog demi terciptanya situasi yang aman dan damai di Kapiraya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Paniai Apresiasi Bantuan 20 Ribu Masker dari Pemprov Papua Tengah

14 Oktober 2026 - 14:43 WIB

IMG 20261014 WA0030

Terombang-ambing Semalaman di Perairan Yapero, Enam Korban KM Citra Harapan Selamat

14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

IMG 20261014 WA0028

DP3AKB Deiyai Salurkan BKB Kit ke TK PAUD Yomeni, Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

14 Oktober 2026 - 14:32 WIB

IMG 20261014 WA0023

Kabut Asap Selimuti Deiyai, Puskesmas Gakokebo Imbau Warga Gunakan Masker

14 Oktober 2026 - 14:22 WIB

IMG 20261014 WA0017

Kasus ISPA di Mimika Tembus 72.977, Dinkes Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

14 Oktober 2026 - 11:48 WIB

IMG 20261014 WA0014
Trending di Headline