Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Empat Pansus DPRK Mimika Resmi Dibentuk, Ketua: Waktu Terbatas, Harapan Publik Tinggi

Etty Welerbadge-check


					Empat Pansus DPRK Mimika Resmi Dibentuk, Ketua: Waktu Terbatas, Harapan Publik Tinggi Perbesar

TIMIKA – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika resmi menetapkan keanggotaan empat Panitia Khusus (Pansus) dalam rapat paripurna yang digelar Rabu (25/02/2026).

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyebut penetapan tersebut sebagai momentum penting dalam pelaksanaan fungsi pengawasan dan penyelesaian sejumlah persoalan krusial di daerah.

“Hari ini kita menyelesaikan proses konstitusional yang sangat penting, yakni penetapan keanggotaan empat panitia khusus DPRK Mimika. Ini adalah mandat rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya dalam sambutan.

Adapun empat pansus yang dibentuk meliputi Pansus penanganan sengketa tapal batas di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah; Pansus penanganan masalah air bersih; Pansus penanganan mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia, termasuk isu privatisasi dan kontraktor; serta Pansus penanganan konflik di Kwamki Narama dan Distrik Jila.

Img 20260225 wa0016

Menurut Primus, Pansus sengketa tapal batas memiliki tugas strategis untuk memastikan kejelasan administrasi dan kepastian hukum wilayah, sehingga tidak menghambat pelayanan publik maupun memicu konflik antarwarga.

Sementara itu, Pansus air bersih diharapkan mampu merumuskan solusi konkret atas berbagai kendala teknis dan manajerial yang selama ini menghambat distribusi layanan kepada masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Pansus harus mengidentifikasi persoalan secara menyeluruh agar akses air tidak lagi menjadi barang mewah bagi warga Mimika,” tegasnya.

Terkait Pansus mogok kerja dan persoalan ketenagakerjaan di PT Freeport Indonesia, ia meminta anggota pansus bersikap adil dan profesional dalam menjembatani kepentingan pekerja dan perusahaan, tanpa mengabaikan stabilitas investasi daerah.

Sedangkan untuk Pansus konflik Kwamki Narama dan Distrik Jila, Primus menekankan pentingnya pendekatan rekonsiliasi yang menyentuh akar persoalan demi menciptakan perdamaian sebagai fondasi pembangunan.

Img 20260225 wa0014

Ia juga mengingatkan bahwa masa kerja pansus relatif terbatas, sementara ekspektasi masyarakat sangat besar terhadap hasil yang dicapai.

“Saya berharap pansus bekerja secara kolektif, kolegial, dan transparan, dengan mengutamakan kepentingan rakyat. Kami juga mengharapkan dukungan penuh dari pihak eksekutif, manajemen PT Freeport Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan data dan informasi yang akurat,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Resmikan Dua Rumah Dinas Kejari, Nilai Proyek Rp1,5 Miliar

19 April 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260419 WA0017

Aksi Bersih Pantai Nabire Jadi Momentum Bangun Budaya Hidup Bersih

19 April 2026 - 12:40 WIB

IMG 20260419 WA0002

Pemkab Mimika Gandeng APIP dan APH, Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum Humanis

19 April 2026 - 12:25 WIB

IMG 20260419 WA0000

Hingga Maret 2026, BPJS Ketenagakerjaan Mimika Salurkan Klaim Rp56,25 Miliar kepada 2.432 Peserta

19 April 2026 - 12:17 WIB

IMG 20260418 WA0016

Kapolda Cup Mini Soccer 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 32 Tim SMP di Mimika

19 April 2026 - 06:28 WIB

IMG 20260418 WA0061
Trending di Headline