Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Pimpinan West Papua Army Tegaskan Surat Permintaan Dana Rp700 Juta Hoaks

Etty Welerbadge-check


					Pimpinan West Papua Army Tegaskan Surat Permintaan Dana Rp700 Juta Hoaks Perbesar

PANIAI — Pimpinan West Papua Army menegaskan bahwa surat yang beredar luas dan dikaitkan dengan permintaan dana pengamanan Rp700 juta kepada perusahaan di Papua Tengah merupakan hoaks dan bukan produk resmi organisasi.

Panglima Tertinggi West Papua Army, Demianus Magai Yogi, menyatakan surat tersebut tidak pernah dikeluarkan melalui jalur komando resmi. Ia menegaskan, logo yang tercantum dalam surat berbeda dengan logo resmi West Papua Army yang telah mengalami revisi kedua dan saat ini digunakan dalam struktur kepemimpinan organisasi.

“Logo pada surat yang beredar adalah logo lama dan tidak sesuai dengan identitas resmi organisasi. Itu bukan surat resmi West Papua Army,” tegas Demianus dalam keterangan Pers Minggu, (22/2/2026)

Ia juga menilai surat tersebut diduga direkayasa oleh oknum atau kelompok tertentu yang memiliki kepentingan pribadi dengan memanfaatkan situasi keamanan yang berkembang. Menurutnya, isu yang dikaitkan dengan permintaan dana pengamanan kepada PT Mosairo tidak memiliki dasar komando maupun legitimasi organisasi.

Terkait situasi di Kampung Mosairo, Nabire, Demianus memastikan peristiwa tersebut tidak berada dalam kendali atau operasi West Papua Army. Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja menggiring opini publik dengan mengaitkan situasi lapangan dengan surat yang beredar.

Panglima Tertinggi mengimbau masyarakat serta pimpinan perusahaan di Papua Tengah agar tidak mudah percaya terhadap informasi atau surat yang tidak melalui jalur resmi organisasi. Ia menekankan pentingnya verifikasi sebelum mempercayai atau menindaklanjuti informasi yang beredar di ruang publik.

Demianus juga mengungkapkan bahwa pola penyebaran isu serupa pernah terjadi sebelum 2020 dan kembali muncul pada 2024. Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya membangun opini negatif sekaligus mengalihkan perhatian publik dengan memanfaatkan situasi keamanan di wilayah Papua Tengah.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat agar publik memperoleh informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016

Perkuat Pelayanan hingga Wilayah Distrik, Kapolres Mimika Berkunjung ke Agimuga

6 November 2026 - 05:31 WIB

IMG 20261106 143115

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042
Trending di News