PANIAI — Pimpinan West Papua Army menegaskan bahwa surat yang beredar luas dan dikaitkan dengan permintaan dana pengamanan Rp700 juta kepada perusahaan di Papua Tengah merupakan hoaks dan bukan produk resmi organisasi.
Panglima Tertinggi West Papua Army, Demianus Magai Yogi, menyatakan surat tersebut tidak pernah dikeluarkan melalui jalur komando resmi. Ia menegaskan, logo yang tercantum dalam surat berbeda dengan logo resmi West Papua Army yang telah mengalami revisi kedua dan saat ini digunakan dalam struktur kepemimpinan organisasi.
“Logo pada surat yang beredar adalah logo lama dan tidak sesuai dengan identitas resmi organisasi. Itu bukan surat resmi West Papua Army,” tegas Demianus dalam keterangan Pers Minggu, (22/2/2026)
Ia juga menilai surat tersebut diduga direkayasa oleh oknum atau kelompok tertentu yang memiliki kepentingan pribadi dengan memanfaatkan situasi keamanan yang berkembang. Menurutnya, isu yang dikaitkan dengan permintaan dana pengamanan kepada PT Mosairo tidak memiliki dasar komando maupun legitimasi organisasi.
Terkait situasi di Kampung Mosairo, Nabire, Demianus memastikan peristiwa tersebut tidak berada dalam kendali atau operasi West Papua Army. Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja menggiring opini publik dengan mengaitkan situasi lapangan dengan surat yang beredar.
Panglima Tertinggi mengimbau masyarakat serta pimpinan perusahaan di Papua Tengah agar tidak mudah percaya terhadap informasi atau surat yang tidak melalui jalur resmi organisasi. Ia menekankan pentingnya verifikasi sebelum mempercayai atau menindaklanjuti informasi yang beredar di ruang publik.
Demianus juga mengungkapkan bahwa pola penyebaran isu serupa pernah terjadi sebelum 2020 dan kembali muncul pada 2024. Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya membangun opini negatif sekaligus mengalihkan perhatian publik dengan memanfaatkan situasi keamanan di wilayah Papua Tengah.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat agar publik memperoleh informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar. (MB)








