Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Dinkes Nabire Latih 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu, Fokus Tekan Stunting dan Kematian Ibu-Bayi

Etty Welerbadge-check


					Dinkes Nabire Latih 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu, Fokus Tekan Stunting dan Kematian Ibu-Bayi Perbesar

NABIRE — Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire menggelar Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga 13 Februari 2026.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep., Ns., M.Kes, dan diikuti oleh para kader posyandu dari berbagai wilayah di Kabupaten Nabire. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya ibu, bayi, dan balita.

Img 20260210 wa0089

Dalam sambutannya, Silas Elias Numobogre menegaskan bahwa kader posyandu memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah mendeteksi dan menangani persoalan kesehatan di tingkat paling bawah.

“Kita tidak mungkin dari dinas kesehatan turun sampai ke setiap rumah. Ibu-ibu kader inilah ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memantau tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, remaja, hingga lansia. Materi pelatihan mencakup teknik penimbangan, pengukuran tinggi badan, pengenalan tanda-tanda stunting, gizi buruk, anemia, serta mekanisme pelaporan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Masalah stunting, angka kematian ibu dan bayi masih menjadi perhatian nasional. Karena itu kader harus paham cara deteksi dini, bukan hanya secara teori, tetapi secara teknis di lapangan,” tegas Silas.

Ia menambahkan, kader posyandu ke depan tidak hanya menangani ibu hamil dan balita, tetapi juga remaja dan lansia. Melalui pelatihan ini, kader diharapkan mampu melakukan observasi awal dan segera berkoordinasi dengan puskesmas apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.

Silas juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas makanan dan sanitasi harus dilakukan secara serius agar tidak menimbulkan masalah kesehatan baru di masyarakat.

“Ibu-ibu kader juga harus ikut mengawasi di lapangan. Jangan hanya karena ada dana, kita abaikan kualitas makanan dan kebersihannya. Kalau salah, dampaknya bisa fatal,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan PASTI Papua yang merupakan lembaga pelaksana program melalui Wahana Visi Indonesia, Yoel Korowa, selaku Capacity Building & Partnering Coordinator PASTI-Papua Kabupaten Nabire, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kemitraan percepatan penurunan stunting.

“Program PASTI Papua adalah kerja sama antara Kementerian Kesehatan dengan mitra pendanaan, yang pelaksanaannya dipercayakan kepada Yayasan Wahana Visi Indonesia. Program ini telah berjalan sejak 2024 dan mulai menyasar Kabupaten Nabire pada semester kedua 2025,” jelas Yoel.

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2026 pelatihan peningkatan kapasitas kader akan dilakukan sebanyak tiga hingga empat kali, disertai pendampingan dan penilaian kader. Kader yang memenuhi standar kompetensi akan mendapatkan pengakuan berupa penilaian dan atribut kader.

“Kami berharap 25 keterampilan dasar kader ini dapat benar-benar dikuasai dan diterapkan di lapangan, karena kader adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan posyandu di Kabupaten Nabire serta memperkuat peran kader dalam mendukung program pemerintah daerah dalam menekan stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Miras Ilegal Sebanyak 1.856 Liter Dimusnahkan, Polisi Bidik Pemasok di Mimika

23 Oktober 2026 - 12:01 WIB

IMG 20261023 205920

Insiden Penganiayaan Picu Amarah Massa, Mako Polsek Mimika Timur Dilempari

23 Oktober 2026 - 11:33 WIB

IMG 20261023 WA0062

Kebakaran Rumah di Jalan Pendidikan Jalur 6 Mimika, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

23 Oktober 2026 - 11:24 WIB

IMG 20261023 WA0034

Ketua DPRK Nabire Soroti Hak Masyarakat Adat Usai IUP PT Kristalin Dicabut

23 Oktober 2026 - 11:17 WIB

IMG 20261023 WA0033

Keluhan Minyak Tanah Bersubsidi di Pasar Sentral Berulang, Lurah Soroti Pengawasan Pangkalan

23 Oktober 2026 - 11:12 WIB

IMG 20261023 WA0032
Trending di News