Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Kasus Malaria di Nabire Meningkat, DPMK dan Dinkes Gelar Rapat Koordinasi dengan Kepala Kampung

Etty Welerbadge-check


					Kasus Malaria di Nabire Meningkat, DPMK dan Dinkes Gelar Rapat Koordinasi dengan Kepala Kampung Perbesar

Nabire — Kasus malaria di Kabupaten Nabire menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 8.556 kasus positif, meningkat tajam dibandingkan Desember 2024 yang berjumlah 3.274 kasus positif. Lonjakan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire bersama Dinas Kesehatan melaksanakan rapat koordinasi singkat dengan para kepala kampung, yang berlangsung di sela-sela pertemuan resmi di Aula DPMK Nabire Jumat, (6/2/2026).

Kepala DPMK Nabire, Pilemon Madai, menegaskan bahwa penanggulangan malaria harus menjadi prioritas utama di tingkat kampung, mengingat dampaknya yang langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Masalah malaria harus diprioritaskan oleh kampung karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kampung perlu melakukan langkah-langkah perlindungan melalui kegiatan pencegahan yang sederhana namun efektif,” ujar Pilemon.

Ia menekankan pentingnya gerakan bersama masyarakat, seperti membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mencegah terbentuknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Anopheles. Selain itu, kampung diharapkan dapat mendukung peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan.

Pilemon Madai juga mengungkapkan bahwa terdapat 9 Kampung dengan 6 kelurahan dengan angka kasus malaria tertinggi di Kabupaten Nabire, sehingga diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah kampung, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas guna menurunkan angka kasus.

“Melalui kader dan ketua RT, kampung dapat memantau penggunaan kelambu, memastikan penderita malaria mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta melakukan edukasi melalui poster dan spanduk pencegahan malaria. Selain itu, masyarakat perlu digerakkan untuk membersihkan lingkungan dari genangan air,” tambahnya.

Lebih lanjut, kampung didorong untuk mengalokasikan pembiayaan kampung dalam mendukung program eliminasi malaria, antara lain melalui:

pemberantasan jentik nyamuk dengan pengelolaan lingkungan,

penyediaan lotion anti-nyamuk di lokasi aktivitas malam hari,

pelibatan PKK, RT, kader kesehatan, dan kader malaria dalam pemeriksaan dini, pemantauan konsumsi obat, serta penggunaan kelambu.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Alfred Lambey, menyampaikan bahwa kampung memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam upaya eliminasi malaria.

“Pengendalian malaria bukan semata-mata persoalan angka, tetapi menyangkut aspek kemanusiaan—tentang perlindungan keluarga, khususnya ibu hamil dan bayi,” jelas Alfred.

Menurutnya, paparan malaria pada ibu hamil dan bayi berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak serta fisik bayi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko stunting dan gizi buruk.

“Oleh karena itu, dibutuhkan tanggung jawab bersama seluruh elemen, khususnya pemerintah kampung, untuk melindungi kelompok rentan dan menekan angka malaria di Kabupaten Nabire,” tutup Alfred Lambey.

9 kampung dengan kasus positif malaria tinggi adalah Wami Jaya, Sanoba Pantai, Sama busa, Air mandidi, Waroki, Nifasi, Bumi, Biha, Argomulyo dan Bumi raya.

6 kelurahan yang kasus positif malaria tinggi adalah Kalibobo, Nabarua, Siriwini, Wonorejo, Karang mulia dan Girimulyo

Selain kepala Kampung, hadir juga Konsultan Malaria UNICEF untuk timika dan Nabire Yulizar Kasma. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPM PTSP Mimika Sosialisasikan PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang OSS Berbasis Risiko

12 Juni 2026 - 14:45 WIB

IMG 20260612 WA0025

Tragedi Kemburu Berdarah: Kematian Bocah Aliko Walia dan Nestapa Anak Korban Operasi Militer di Puncak Resmi Diadukan ke KPAI Indonesia

12 Juni 2026 - 14:35 WIB

IMG 20260612 WA0023

Tragedi ‘Kemburu Berdarah’: Satgas Habema Diduga Bantai Perempuan dan Anak, Koalisi Sipil Mengadu ke PGI

12 Juni 2026 - 14:28 WIB

IMG 20260612 WA0026

Polsek Tembagapura Sulap Honai Jadi Kelas Demi Bebaskan Anak-Anak Pedalaman Mimika Dari Buta Aksara

12 Juni 2026 - 14:18 WIB

IMG 20260612 WA0020

Modus Lewat Kargo Udara, Penyelundupan Miras ke Ilaga Digagalkan di Bandara Mozes Kilangin

12 Juni 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260612 WA0018
Trending di Headline